#advetorial#tubaba#pembangunan

Wujudkan Tulangbawang Barat Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing

( kata)
Wujudkan Tulangbawang Barat Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing
Kekompakan pasangan Bupati dan Wakil Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad dan Fauzi Hasan. (Foto:Lampost)


Panaragan (Lampost.co)--Kekompakan pasangan Bupati dan Wakil Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad dan Fauzi Hasan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Keduanya tercatat menjadi salah satu pasangan bupati dan wakil bupati paling harmonis di Lampung.


Selama kepemimpinan keduanya selama tujuh tahun tiga bulan (dua periode) riak-riak keretakan nyaris tak pernah terjadi. Hal ini menjadi penyemangat kebersamaan para bawahannya untuk berinovasi menjalankan visi dan misi pembangunan menuju Tulangbawang Barat Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing.

Tepat pada 22 Mei 2022, masa jabatan keduanya akan berakhir dan kepemimpinannya akan digantikan Penjabat bupati sampai proses Pilkada serentak 2024.

Berdasarkan catatan Lampung Post, pada periode pertama, Umar Ahmad dilantik Gubernur Lampung Ridho Ficardo tanggal 23 Juni 2014 mengantikan Bachtiar Basri yang dilantik menjadi wakil gubernur Lampung meneruskan masa jabatan periode 2011—2016.

Sebelum dilantik sebagai wakil bupati yang mendampingi Bachtiar Basri dari hasil pilkada perdana Tubaba 2011, Umar Ahmad sebelumnya menjabat ketua DPRD Tubaba dari F-PDIP. Selang dua bulan kemudian, setelah Umar Ahmad dilantik menjadi bupati, Fauzi Hasan dilantik sebagai wakil bupati dari hasil pemilihan DPRD setempat untuk mendamping Umar Ahmad.

Keberhasilan pembangunan periode pertama, dengan jargon APBD Prorakyat kembali mengantarkan kedua pasangan ini menjadi pemenang Pilkada 15 Februari 2017 dan menjadi satunya-satunya peserta pilkada serentak di Lampung yang melawan kotak kosong dengan memperoleh kemenangan 90% lebih. Untuk melanjutkan periode kedua 2017—2022, keduanya kembali dilantik Gubernur Lampung Ridho Ficardo pada 22 Mei 2017.

Berbagai terobosan dilakukan Umar Ahmad untuk memperkenalkan Tubaba ke dunia luar. Berbagai event kegiatan seni, budaya, dan keagamaan serta olahraga tingkat provinsi dan nasional digelar di kabupaten ini.

Bahkan, sejumlah tokoh-tokoh nasional dan provinsi yang pernah berkunjung ke Tubaba mengagumi keberhasil pembangunan di kabupaten ini yang jarang ditemui di daerah lain dengan konsep kebudayaan menuju Tubaba pulang ke masa depan.

Selain mengoptimalkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di sembilan kecamatan, Umar juga mampu meyakinkan Pemerintah Pusat mengarahkan lintasan pembangunan jalan tol membelah wilayah Tubaba mulai dari selatan hingga utara kabupaten. Dengan adanya ruas jalan tol Terbanggibesar-Kayuagung tersebut membuat wilayah kabupaten ini bisa diakses dari empat exit toll, dua pintu tol di tiga kecamatan wilayah selatan ibu kota kabupaten dan dua pintu tol menuju enam kecamatan wilayah utara kabupaten.

Dampak dari pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di sembilan kecamatan. Akses tol tersebut mempermudah memasarkan hasil produk UMKM dan hasil pertanian dan perkebunan ke wilayah Sumatera dan Pulau Jawa.

Selain keberhasilan tersebut, Umar Ahmad juga memfokuskan pembangunan bidang pendidikan. Berbagai program digelontorkan untuk menyiapkan generasi muda yang berkarakter. Bahkan, di bidang lainnya yakni pertanian, perkebunan serta peternakan juga tak luput dari perhatian. Sektor ini menjadi salah satu sektor pendapatan tersebar di kabupaten ini karena sebagian besar penduduk di kabupaten ini adalah petani.

Tidak kalah pentingnya, untuk merubah  potret Tubaba dari kabupaten yang bukan menjadi salah satu kabupen tujuan wisata di Lampung. Berbagai terobosan dilakukan dengan membuat kawasan wisata buatan yang menggandeng langsung sejumlah arsitek nasional dan dunia.

Adapun lokasi wisata buatan yang selalu menghiasi media sosial tersebut adalah berdirinya bangunan-bangunan ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Tubaba, yakni Tugu Rato Nago Besanding, Kompleks Islamic Center. Dua lokasi ini banyak menyedot perhatian pengunjung selain bangunan masjid dan sesat agungnya yang unik, di lokasi ini juga ditata menjadi sebuah taman dan danau buatan yang dihiasi tanaman bonsai langka yang jarang ditemui di taman-taman kota lainnya. Sedangkan Tugu Naga menjadi sebuah simbol adat dan budaya yang mempertemukan tiga ruas jalan utama.

Tidak hanya di lokasi tersebut, di masa kepemimpinannya Umar Ahmad juga merancang  pembangunan  kota budaya Uluan Nughik. Di kawasan kota batu ini telah ditata menjadi sebuah kawasan perkotaan yang ramah lingkungan. Di kawasan ini telah berdiri titik-titik destinasi wisata, yakni rumah Badui, taman bonsai, dan wisata rumah panggung dan rumah badik serta bangunan unik lainnya, yakni capadokia sebuah  bagunan dari susunan bata menyerupai sebuah bangunan di Timur Tengah.

Bahkan, di kawasan kota budaya Uluan Nughik tersebut juga sudah berdiri sebuah perguruan tinggi Politeknik Tunas Garuda, Mapolres Tubaba. Dan tahun 2022 ini juga akan dibangun kantor Kejaksaan Negeri Tubaba.

Untuk mendukung pengembangan kawasan wisata, Umar Ahmad juga mengubah kawasan Pulungkencana menjadi sebuah kawasan perdagangan dengan dibangunnya pasar modern tradisional Pulungkencana. Pasar ini juga didesain ikonik dengan bangunan beton ekspos dua lantai yang juga sekaligus menjadi pasar wisata. Termasuk membangun sejumlah pasar tradisional di sejumlah kecamatan yang menjadi pusat perekonomian masyarakat.

Khusus kawasan perdagangan Pulungkencana kini terkoneksi dengan semua destinasi wisata. Bahkan, di sepanjang jalan utama Dayamurni—Pulungkencana—Pasar Panaraganjaya tumbuh pusat perekonomian baru mulai dari wisata kuliner dan perdagangan umum. Kawan ini juga banyak dilirik investor dari luar.

Berkembangnya pusat perekonomian dan perdagangan juga sudah dirasakan masyarakat di enam kecamatan wilayah utara. Hal tersebut, seiring dengan semakin membaiknya ruas jalan kabupaten dan provinsi serta dibukanya lintasan jalan tol.

Bupati Umar Ahmad berharap hasil pembangunan yang dilalukan di masa kepemimpinannya dapat dijadikan pondasi pembangunan di Tulangbawang Barat dan sebagai jalan untuk menuju Tubaba. "Saya tidak perlu mengakui hasil pembangunan yang sudah dilakukan. Tapi, masyarakatlah yang sudah melihat dan merasakan dampak pembangunan yang kami lakukan," kata dia.

Umar Ahmad menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat atas dukungan dan kekompakan selama kepimpinannya. Bahkan, dia juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan pembangunan ada program yang belum diselesaikan.

"Harapan saya, kebersamaan dan kekompakan ini tetap harus terjalin siapa pun yang memimpin kabupaten ini agar pembangunan Tubaba makin maju sesuai dengan yang diharapkan bersama," ujarnya.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat tahun 2017—2022 dengan visi Tulangbawang Barat Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing, terbagi dalam lima misi yang terdiri dari:

1. Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang produktif, kreatif, dan inovatif.

2. Mengembangkan perekonomian daerah yang kokoh, merata, dan berkelanjutan.

3. Memperluas cakupan prasarana, sarana, dan utilitas wilayah yang bersinergi dan terintegrasi antarwilayah.

4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan efektif.

5. Membangun kehidupan masyarakat yang religius, demokratis, partisipatif, taat hukum, dan mentransformasi budaya daerah sebagai sumber energi sosial pembangunan.

Adapun pelaksanaan program kegiatan dalam pencapaian visi tersebut yang terangkum dalam setiap misi antara lain:

I. Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang produktif, kreatif, dan inovatif.

1. Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi

   Apresiasi Bunda PAUD adalah penghargaan berdasarkan kinerja bunda PAUD di tingkat kecamatan dan tiyuh. Kinerja Bunda PAUD adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang bunda PAUD dalam melaksanakan peran dan program kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan guna mendukung terwujudnya layanan PAUD berkualitas.

2. Gebyar PAUD-Dikmas, Apresiasi Bunda PAUD dan Hari Anak Nasional

 Memberi pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan karenanya anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, upaya pembinaan anak perlu pula diarahkan untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab kepada orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara.

3. Mantra (Maju dan Sejahtera)

   Program ini resmi dicanangkan pada 18 September 2019 oleh Bupati Tubaba H Umar Ahmad. Sebuah program inovatif berupa skema perlindungan dan jaminan sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan. memberikan bantuan sosial nontunai kepada kelompok rumah tangga yang terpilih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus menjadi salah satu penyangga yang memperkuat bantuan nasional dalam penanggulangan masalah kemiskinan, di antaranya Program Keluarga Harapan atau PKH. Prinsip pengelolaan Program Mantra Tubaba adalah:

a. Bertumpu pada pembangunan manusia. Pelaksanaan Program Mantra Tubaba senantiasa bertumpu pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri.

b.  Berorientasi pada masyarakat miskin. Semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung. 

c. Prioritas. Pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan dengan mendayagunakan secara optimal berbagai sumber daya yang ada;

d. Kolaborasi semua pihak yang berkepentingan didorong untuk mewujudkan kerja sama dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

e. Berkelanjutan. Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

f. Sederhana. Semua aturan, mekanisme, dan prosedur dalam pelaksanaan Program Mantra Tubaba harus sederhana, fleksibel, mudah dipahami dan mudah dikelola serta dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat.

4. Pekan Literasi Perpustakaan Keliling

   Perpustakaan keliling secara umum dapat dikatakan sebagai suatu alternatif layanan terobosan teknologi modern yang melakukan pelayanan menggunakan jasa transportasi antar buku untuk menyediakan koleksi bahan bacaan kepada pemustaka secara terbuka (di luar ruangan). Pemustaka dapat mendapatkan informasi berjalan tanpa harus berpindah tempat tetapi pemustaka yang didatangi. Sehingga lebih memudahkan pemustaka yang jauh dari perpustakaan umum untuk menemukan informasi yang dicari atau dibutuhkan. Jasa layanan ini dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Sasarannya diutamakan tempat-tempat permukiman penduduk di pedesaan, pinggiran kota, kelurahan, atau untuk masyarakat yang karena satu dan lain hal tidak dapat mendatangi perpustakaan menetap (perpustakaan umum), seperti penghuni lembaga pemasyarakatan, sekolah-sekolah, pasien rumah sakit atau karena belum adanya fasilitas perpustakaan yang berfungsi dengan baik misalnya fasilitas perpustakaan desa, minimnya koleksi bahan bacaan yang disediakan perpustakaan.

5. Pembagian Tumbler untuk Tubaba Bersih

   Program tumbler untuk Tubaba berkarakter tersebut salah satu langkah Pemkab menumbuhkembangkan karakter siswa dan mendorong terwujudnya lingkungan Tubaba yang bersih dan bebas dari sampah plastik. Pembagian botol minum atau tumbler gratis untuk 29.600 siswa SD dan SMP di Kabupaten Tulangbawang Barat memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Program ini mendapat apresiasi dari Gubernur Lampung dan menjadi contoh nasional.

Penyerahan Rekor MURI tersebut diserahkan Senior Manager MURI Awan Rahargo kepada Bupati Umar Ahmad yang disaksikan ribuan siswa SD dan SMP dan anggota Forkopimda setempat, Kamis, 28 November 2019.

6. Program Tenaga Guru Penggerak Kabupaten Tulangbawang Barat

   Program Guru Penggerak yang lahir dari kegiatan ini akan menjadi program yang mempertemukan profil-profil guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Tulangbawang Barat. Komunitas ini secara mandiri akan terus bertumbuh melaui diskusi-diskusi terkait proses pembelajaran di kelas yang lebih aktif, efisien, dan menyenangkan. Komunitas Guru Penggerak diharapkan menjadi komunitas yang terus berkembang melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru yang menjawab tantangan pendidikan, secara khusus peningkatan kualitas dan kompetensi guru di Kabupaten Tulangbawang Barat.

7. Tubaba Camp

 Tubaba Camp adalah camp training bagi siswa-siswi di Tubaba untuk mengembangkan aktivitas edukasi, pengembangan dimensi diri, dan pengembangan skill siswa melalui kemah dan berbagai aktivitas kreatif yang berbasis pada penumbuhkembangan karakter siswa yang berlandasakan prinsip nemen, nedes, nerimo–sederhana, setara, dan lestari (3N-SSL) yang dikelola langsung Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat. Melalui program ini Pemda Tubaba serius dalam mengembangkan diri sebagai model bagi kabupaten lain dalam upaya membangun sumber daya manusia atau sebagai model kabupaten sentra pembangunan manusia.

8. Tulangbawang Barat Cerdas (Tubaba Cerdas)

 Tubaba Cerdas sendiri terinspirasi dari program serupa, yaitu Indonesia Mengajar. Selama lima tahun berada di Tubaba, para pengajar muda–Indonesia Mengajar telah banyak memberikan kontribusi pada kemajuan dunia pendidikan Tubaba, dengan mengajar menggunakan metode yang kreatif dan memberikan contoh yang nyata kepada guru-guru di daerah penempatan. Hal tersebut sangat menginspirasi guru-guru, kepala sekolah, juga pengawas untuk lebih berdedikasi pada bidang kerjanya. Ketika pada Desember 2014 diadakan Forum Kepemimpinan Penggerak Daerah (FKPD) oleh Indonesia Mengajar dengan mengundang para local champion dan pemerintah daerah dari daerah penempatan pengajar muda. Di sanalah Bupati Tubaba mencetuskan ide untuk membuat program keberlanjutan dari Indonesia Mengajar agar apa yang sudah dilakukan pengajar muda di penempatan tidak terputus walaupun mereka sudah purnatugas.

 Usaha Tubaba Cerdas sebagai program akselerasi pengembangan pendidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat memiliki mimpi besar melalui visi misi, yakni menjadikan Tubaba sebagai salah satu wilayah rujukan pendidikan di Lampung.

9. Tubaba Seni dan Budaya

   Sarana mendidik generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan mencintai kebudayaan daerahnya sebagai warisan kearifan lokal.

Di sini, masyarakat terutama generasi muda bisa belajar berbagai jenis kesenian, seperti tari, teater, seni rupa, seni musik hingga film.

Melalui sekolah itu, Pemkab Tubaba ingin banyak melahirkan seniman dan budayawan yang kelak menjadi kebanggaan daerah.

Konsep pendidikan di sekolah seni itu mengacu pada prinsip Nenemo: Nemen, Nedes, Nerimo. Prinsip Nenemo yang menjadi filosofi hidup masyarakat Tubaba bermakna: kerja keras, konsisten, dan ikhlas.

10. Vaksinasi Covid-19

Vaksin Covid-19 sudah resmi diberikan secara bertahap sejak Rabu, 13 Januari 2021. Tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok pertama penerima vaksin tersebut. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tulangbawang Barat sampai 11 Mei 2022 dengan 210.123 sasaran, yang  terdiri dari:

Dosis I: 245.371 (116,77%)

Dosis II: 182,406 (86,81%)

Dosis III: 27.695 (13,18%)

11. Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Tubaba dan Rehabilitasi Puskesmas se-Tubaba

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tulangbawang Barat dengan memberikan pelayanan kesehatan yang baik, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat telah mendirikan rumah sakit umum daerah yang menjadi rujukan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Tak hanya itu Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat juga melakukan peningkatan fasilitas kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan dasar di puskesmas-puskesmas. Jumlah puskesmas di Tulangbawang Barat mencapai 16 puskesmas yang  diantaranya sebanyak 9 puskesmas memiliki fasilitas rawat inap.

12. Pemberian Beasiswa

Dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, khususnya pendidikan tinggi Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat telah memberikan bantuan beasiswa. Pemberian beasiswa ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat dengan perguruan tinggi, baik di Lampung maupun nasional. Kerja sama pemberian beasiswa ini, antara lain dengan D3 Pertanian Universitas Lampung dengan meluluskan tiga angkatan, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Lestari dengan satu angkatan, D3 Guru Bahasa Lampung Universitas Lampung dan D3 Sekolah Tinggi Tunas Garuda Tulangbawang Barat.

II. Mengembangkan Perekonomian Daerah yang Kokoh, Merata, dan Berkelanjutan;

1. Budi Daya Lebah Madu Klanceng

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pun telah berupaya mengembangkan sentra budi daya lebah madu yang berlokasi di Taman Agrowisata, Tiyuh Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, diharapkan dapat mendorong keinginan masyarakat dalam hal membudidayakan lebah madu sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

2. Festival Tubaba

  Mengambil tema Dari masa depan sebuah metafor tentang visi sebuah kota dari generasi muda ini melibatkan 300 seniman dari generasi muda, para pelajar yang telah mendapatkan pelatihan kesenian meliputi sastra, teater, seni rupa, tari dan tahun ini film. Program ini diturunkan dari filosofi Tubaba nemen, nedes dan nerimo (Nenemo) yang berarti bekerja keras, konsisten, dan ikhlas.

  Festival ini digelar di empat venue: Kota Uluan Nughik “Rumah Panggung”, Kota Uluan Nughik “Rumah Badui” keduanya di Rawakebo tepatnya di belakang rumah dinas bupati di jalan baru arah calon Mapolres Tubaba sekitar 300 meter dari ruas jalan Panaraganjaya—Pulungkencana. Patung Empat Marga di leter S Panaragan di ruas Jalan Panaragan menuju perkantoran Bupati Tubaba. Dan gedung Sesat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai di Kompleks Islamic Center Tubaba, Rawakebo, Kelurahan Panaraganjaya.

3. Megalithic Millennium Art

 Kegiatan ini merupakan refleksi kilas balik ke masa depan sekaligus menjadi ruang publik dalam komunikasi yang sejajar antara satu sama lain, serta ruang diskusi dengan memunculkan kembali kebudayaan leluhur di daerah Tulangbawang Barat.

Festival Tubaba yang digelar Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, pada 29-31 Agustus 2019. Festival bertajuk Dari Masa Depan ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan musik dan tari, ada juga pameran seni rupa, pentas teater, hingga peluncuran kopi Tubaba. Diselenggarakan di beberapa tempat, mulai dari Kota Budaya Uluan Nughik, Sesat Agung, Las Sengok (Tiyuh Karta), dan Situs Patung Megouw Pak.

Tema Sharing time: Megalithic millennium art menunjukkan pertemuan dua tradisi.

4.  Pameran Bonsai Pepung Bonsai Tubaba

  Pameran Pepung Bonsai ini di samping kontes juga sebagai ajang merajut tali silaturahmi, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Tulangbawang Barat (Tubaba) yang dipusatkan di halaman Islamic Centre, Jumat—Minggu (4—6/12/2020).

5. Pelor S3 (Peternak Pelopor Satu Induk Satu Anak Satu Tahun)

  Strategi peningkatan populasi ternak sapi dengan pembentukan Peternak Pelopor Satu Induk Satu Anak Satu Tahun (Pelor S3) di Kabupaten Tulangbawang Barat, dengan harapan dapat meningkatkan angka kelahiran ternak sapi di Kabupaten Tubaba di masa mendatang, tersedianya bibit ternak untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tulangbawang Barat.

6. Simpel Tari (Sistem Pelayanan Tanpa Ribet)

   Pengembangan layanan Simpel Tari (sistem pelayanan tanpa ribet) dengan cara jemput bola untuk meningkatkan mutu pelayanan perizinan usaha kecil dan menengah dalam rangka mendukung program Rakyat Maju dan Sejahtera (Mantra) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tulangbawang Barat.

Manfaat yang diperoleh:

a. Memudahkan masyarakat dan pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengurus perizinan.

b. Menumbuhkembangkan keinginan masyarakat dan pelaku usaha kecil dan menengah untuk tertib perizinan.

c. Menaikkan paradigma masyarakat tentang pemerintahan yang bersih, mengayomi, dan mudah.

d. Dengan meningkatnya UKM yang memiliki izin SIUP dan TDP dapat memajukan usaha dan perekonomian mereka menjadi lebih baik seiring dengan adanya legalitas usaha yang memiliki izin dengan cakupan wilayah distribusi menjadi lebih luas.

e. Makin meningkatnya kepemilikan izin SIUP dan TDP, makin banyak yang bisa memenuhi persyaratan untuk peminjaman modal, baik oleh pemerintah atau swasta melalui bank ataupun koperasi, sehingga pendapatan UKM menjadi meningkat dan rakyat menjadi lebih mantra (maju dan sejahtera).

8. Taman Kura-Kura

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) membangun Taman Kura-kura di Taman Agrowisata Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba. Selain dijadikan Taman Kura-kura, juga akan dilakukan penangkaran seluruh jenis kura-kura baik jenis asli Kabupaten Tubaba maupun jenis-jenis lain dari luar daerah bahkan mancanegara. Taman Wisata Kura-Kura tersebut saat ini kondisinya telah selesai dan siap untuk dikunjungi masyarakat khusus yang ingin mengetahui jenis kura-kura yang ada di Indonesia dan memajukan sektor pariwisata Kabupaten Tulangbawang Barat.

9. Tubaba International Bamboo Festival

Tema yang diangkat dalam Festival Bambu Internasional ini, yakni Pesan menjaga bambu nusantara dari Tubaba. Festival ini memiliki konsepsi bahwa bambu bukan semata objek material melainkan subjek yang bisa bersama-sama membuat ruang hidup yang lebih baik di masa depan.

10. Patung Relief Empat Tokoh Buay (Cikal Bakal Garis Keturunan Kekerabatan) Masyarakat Adat Lampung di Wilayah Setempat

Empat sosok itu: Buay Runjung cikal bakal keturunan dan kekerabatan masyarakat adat di wilayah Megou/Marga Tegamon, Buay Bolan di wilayah Bolan Udik dan Bolan Ilir, Buay/Suay Umpu di wilayah Way (Sungai) Umpu, Mesuji dan Buay Sepertung di wilayah Aji. Lokasi monumen itu berada di tepi jalan lintas Tiyuh/Desa Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah. Patung Megou Pak (Empat Marga) begitu masyarakat menyebut nama monumen setinggi kurang lebih 15 meter dengan panjang 40 meter dan ketebalan 6 meter itu.

      Monumen itu menggambarkan eratnya kekerabatan dan persatuan masyarakat adat Lampung Pepadun yang tergabung dalam federasi hukum adat Megou Pak Tulangbawang: Marga Tegamon, Bulan, Umpu, dan Aji. Monumen yang dibangun dimaksudkan untuk mengabadikan dan melestarikan adat Megou Pak serta mengenalkannya kepada generasi milenial.

. 11. Tugu Rato Nago Besanding

Tugu itu menggambarkan pasangan pengantin mengendarai kereta kencana yang ditarik dua ekor naga. Tugu yang sarat nilai dan makna budaya itu menjadi simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap adat istiadat masyarakat setempat.

Tugu Rato Nago Besanding juga menjadi salah satu ikon Kabupaten Tubaba. Lokasinya yang strategis membuat tugu itu mudah terlihat orang dari segala arah. Maka tak heran setiap orang yang melintas di kawasan itu selalu menyempatkan berfoto.

12.  Pembangunan Pasar

Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pasar yang dibiayai melalui DAK (dana alokasi khusus) 2017, dilaksanakan di Kartaraharja, Kecamatan Tulangbawang Udik. Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pasar yang dibiayai melalui DAK (dana alokasi khusus) 2018, sebanyak lima pasar, yaitu:

a. Pasar Indraloka II, Kecamatan Way Kenanga  

b. Pasar Margomulyo, Kecamatan Batuputih 

c. Pasar Mulyakencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah

d. Pasar Mulyasari, Kecamatan Gunungagung

e. Pasar Penumanganbaru, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

      Kegiatan pembangunan Pasar Rakyat Dayamurni tahap II bersumber dana TP, yang berlokasi di Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat. Pembangunan Pasar Tradisional Modern Pulungkencana sebagai wajah perekonomian Kabupaten Tulangbawang Barat

13. Pembangunan Ekowisata Gunung Sari Kec. Lambu Kibang

Progrmam ini merupakan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian alam, sebagai konservasi air, wahana edukasi serta sarana wisata bagi masyarkat.

III. Memperluas Cakupan Prasarana, Sarana, Dan Utilitas Wilayah yang Bersinergi dan Terintegrasi Antarwilayah

1. Dapur Berita

   Dapur Berita berfungsi untuk mencari, mengolah, serta menyebarluaskan informasi dan berita tentang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Dapur Berita menerima dan mengolah serta menyebarluaskan informasi dan berita dari OPD dan tiyuh.

   Petugas informasi dan pemberitaan dari OPD dan tiyuh mengirimkan bahan informasi dan berita kepada Dapur Berita dalam bentuk print out ataupun digital (e-mail/medsos) atau melalui grup WA. Informasi yang diterima Dapur Berita akan diolah/diedit, ditimbang tim redaksi, dan selanjutnya nantinya disebarluaskan melalui website Pemkab Tubaba, medsos (FB/Ig), dan juga media massa strategi. Dapur Berita dalam pengelolaan informasi daerah pada Dinas Kominfo Kabupaten Tulangbawang Barat dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan baik promosi secara online ataupun secara terbuka melalui aplikasi yang sudah dikenal luas masyarakat. Melakukan sharing dalam pemberitaan dan pengolahan data yang akan ditampilkan atau divisualkan agar dapat diterima dan dibuat semenarik mungkin.

2. Grand Design Perkotaan

Tujuan dari inovasi grand design perkotaan yang meliputi masterplan Kota Uluan Nughik, identitas visual Tubaba, huruf latin Tubaba dan website Tubaba dan pembuatan film yaitu sebagai berikut:

1. Untuk menyinergikan semua perencanaan infrastruktur yang ada dengan perencanaan ruang dan pengembangan kota saat ini yang bersifat komprehensif untuk menghindari tumpang tindih kegiatan pembangunan.

2. Untuk mengulas sekilas mengenai Kabupaten Tulangbawang Barat dengan sistem identitas visual, untuk lebih memahami karakter Tulangbawang Barat.

3. Melestarikan ciri khas budaya Lampung di Tulangbawang Barat serta mencegah hilangnya khasanah dan warisan budaya tradisional budaya Lampung sehingga bisa dinikmati setiap orang dari berbagai kalangan.

4. Sebagai media penggambaran informasi dan pemasaran dari latar belakang Kabupaten Tulangbawang Barat sampai nanti proses terbentuknya Tulangbawang Barat ini dan kemudian bisa mencerminkan identitas "menuju Tubaba" serta dijadikan media promosi yang baik.

3. Pelestarian Bangunan Arsitektur Tradisional

   Melindungi bangunan arsitektur tradisional yang ada di Tubaba dengan merelokasi rumah-rumah adat ke kawasan wisata yang lebih aman. Dalam perancangannya, komplek rumah adat ini terdiri dari tiga rumah panggung yang mengelilingi sebuah amfiteater. Masing-masing rumah berasal dari tiyuh yang berbeda dengan karakteristik yang berlainan pula.

 

4. Pemanfaatan Ruang Kawasan

   Terkelolanya ruang-ruang terbuka sehingga masyarakat kaya akan potensi destinasi wisata dan menambah ekonomi masyarakat sekitar, fungsi sosial, dan budaya. Dengan adanya taman sebagai tempat wisata harus mampu memberikan berbagai dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah dalam membuat kebijakan, pengelola taman sebagai orang yang paham betul bagaimana cara menjaga kondisi taman, masyarakat sebagai penikmat taman dan pihak swasta harus selalu bekerja sama agar tujuan pengembangan taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH) bisa tercapai.

 

5. Pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air minum dan Sanitasi Masyarakat)

   Memberikan akses air minum kepada seluruh masyarakat di Tubaba. Masyarakat Tubaba mendapatkan akses air minum dengan mudah. Program menuju pemenuhan target tiga sektor antara lain pemenuhan 100% akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0%, dan pemenuhan 100% akses sanitasi layak.

6. Program Smart City Tiyuh Pulungkencana

   Kota pintar (smart city) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat.

   Smart city merupakan konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien. Serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses informasi, termasuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga.

   Program Smart City Tiyuh Pulungkencana meliputi website Tubaba terintegrasi OPD, pelatihan keterampilan digital, penyusunan kebijakan pemerintahan digital, serta perluasan akses internet bagi masyarakat.

7. Pembangunan Jalan  dan Jalan Protokol

   Pembangunan jalan merupakan program pioritas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pembangunan jalan telah banyak dirasakan masyarakat Tulangbawang Barat.

   Pembangunan jalan protokol di Tulangbawang Barat diantaranya Jalur 2 Marga Suway Umpu, Jalur 2 Uluan Nughik, dan jalan protokol lainnya.

8. Uluan Nughik

   Uluan Nughik bermakna awal kehidupan, dimana di lokasi itu pepohonan dan sumber air dirawat sebagai sumber kehidupan. Di kompleks Uluan Nughik terdapat bangunan rumah-rumah panggung yang sebagian besar berusia tua, yang sengaja dipindahkan dari beberapa lokasi kampung asli Lampung. Terdapat juga arena pertunjukan yang ditandai dengan adanya batu-batu besar nan indah. Di kawasan kompleks Uluan Nughik terdapat rumah suku Badui, rumah tersebut dibangun dengan mendatangkan pekerja asli suku Badui, Banten. Pembangunan rumah suku Badui dimaksudkan sebagai salah satu simbol ikatan persaudaraan antara masyarakat Lampung dan Banten yang sudah terjalin ratusan tahun atau ribuan tahun lalu, yang sempat dipisahkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau tahun 1883.

   Ada banyak nilai-nilai budaya yang bisa diambil dari suku badui, diantaranya tentang kesederhanaan dan juga tentang penghormatan yang luar biasa terhadap alam. Mereka menjaga keharmonisan bersama alam dan menjaga kelestarian alam.

IV. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, Bersih Dan Efektif

1. Community Service (CS) Dukcapil

   Inovasi yang dapat membantu masyarakat agar lebih mudah dalam memperoleh dokumen kependudukan, yaitu berupa pelayanan end to end system yang terintegrasi, yang dimaksud terintegrasi adalah terhubung antara satu dengan lainnya. Masyarakat mengajukan satu permohonan tapi memperoleh beberapa dokumen kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tulangbawang Barat dari tahun ke tahun selalu melakukan perbaikan dan perubahan menuju yang lebih baik. Hal ini agar dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sesuai dengan slogan Dirjen Dukcapil: Dukcapil Membahagiakan Masyarakat.

2. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

   SPBE merupakan upaya yang terintegrasi dan berkesinambungan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan kepuasan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada akhir tahun 2024 diharapkan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat sudah berhasil mencapai keterpaduan SPBE baik di dalam dan antar instansi pemerintah daerah, dan keterhubungan SPBE antara instansi pusat dan pemerintah provinsi. Dengan SPBE yang terpadu, diharapkan akan menciptakan proses bisnis pemerintahan yang terintegrasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Hal ini dimaksudkan agar terbentuk satu kesatuan pemerintahan yang utuh dan menyeluruh serta menghasilkan birokrasi pemerintahan dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi.

 3. Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Dalam mempermudah iklim investasi di Kabupaten Tulangbawang Barat, Dinas Penanaman Modal dan PTSP telah melakukan inovasi berupa layanan perizinan online. Dengan layanan ini investor dapat melakukan perizinan lebih cepat, mudah, dan transparan.

5. Membangun Kehidupan Masyarakat yang Religius, Demokratis, Partisipasif, Taat Hukum, dan Mentransformasi Budaya Daerah sebagai Sumber Energi Sosial Pembangunan

1.  Pembukaan MTQ Ke-47 Provinsi Lampung

Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Provinsi Lampung di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kali ini disuguhkan dengan tema Bambu, dan seni ini yang tidak dilakukan kabupaten/kota lainnya saat pelaksanaan MTQ tahun-tahun sebelumnya. MTQ ke-47 ini menjelaskan sejumlah konsep dan inovasi pada MTQ ini di arena MTQ ke-47 Provinsi Lampung. Ada simbol perjalanan manusia dalam memanfaatkan waktu antara lain tecermin dalam “lorong waktu”. Ini merupakan sebuah terowongan bambu yang merupakan jalan akses menuju jalan mimbar utama MTQ di Kompleks Islamic Center, Kabupaten Tulangbawang Barat. Empat konstruksi batang bambu yang terdiri dari lorong tersebut membentuk bubu (alat buat menangkap ikan air tawar) sepanjang 200 meter tersebut melambangkan kondisi keberadaan wilayah Tubaba yang banyak genangan air, embung, dan dilintasi sungai dan yang menjadi lorong waktu digambarkan melalui "bubu". Bubu merupakan alat tradisional Lampung yang digunakan sebagai alat penangkap ikan. Bubu tersebut menjadi lorong waktu perjalanan manusia supaya tidak merugi.

Kemudian 9 menara yang melambangkan jumlah kecamatan di Tubaba, di mana lima menara didirikan di lorong waktu sebagaimana pengingat waktu salat dan empat menara lainnya mengelilingi titik orientasi yang melambangkan arah mata angin utama. Bangunan kafilah dan dome panggung atau mimbar yang berfungsi panggung utama. Dome-nya mengambil analogi bentuk rebung bambu yang merupakan tunas awal kehidupan di bumi. Interiornya dibuat seperti Gua Hira tempat Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama. Untuk itu penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Tulangbawang Barat diharapkan dapat menjadi sarana bagi umat Islam untuk makin menghargai waktu dan memanfaatkannya untuk meraih cahaya dari Sang Khalik.

 

2. Q-Tik dan Tari Nenemo Tubaba

Tujuan q-tik menghidupkan seni tradisional di Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, menciptakan budaya hibrida dari alat musik tradisional, memperkaya alat musik tradisional yang sudah dikenal,  memperkaya keragaman budaya di Kabupaten Tulangbawang Barat, q-tik dan, tari nenemo Tubaba.

 

3. Pengembangan Islamic Center dan Sesat Agung Bumi Gayo

  Selain itu masjid ini juga menjadi masjid pertama yang sangat jauh dari kesan konstruksi khas Timur Tengah. Hal ini merupakan suatu keunikan tersendiri dan merupakan satu – satunya masjid yang tidak mengandung unsur budaya middle east sama sekali. Konsep bangunan dengan desain minimalis, membuat setiap orang sama sekali tidak sempat terpikir bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah masjid. Karena pada dasarnya desain dari konstruksi lebih mirip dengan tempat observasi, gedung bisnis ataupun sebuah museum.

  Terlepas dari pada konstruksi bangunan non middle east, masjid ini mempunyai beberapa julukan. Dari julukan tersebut membuat masjid Islamic Center Tubaba mempunyai berbagai macam keunikan yang mungkin tidak akan pernah ada di masjid lain. Dengan keunikan tersebut, masjid ini menjadi kebanggaan Tulangbawang dan menjadi ikon wisata religi yang sangat populer.

  Tidak hanya itu, Pemkab Tubaba juga membangun Sesat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai. Gedung tersebut digunakan sebagai pusat kegiatan adat, seni, dan budaya masyarakat. Lokasinya bersandingan dengan Masjid Baitus Shobur di Kompleks Islamic Center Tubaba.

  Pembangunan Sesat Agung yang berdampingan dengan Masjid Baitus Shobur itu bermakna "Hidup di Kandung Agung, Mati di Kandung Amal."

Dalam pengembangan kawasan ini antara lain dengan melibatkan UMKM di sekitar lokasi untuk dapat tumbuh berkembang.  

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar