#kla#lapangankalpataru

Wujudkan KLA, Taman Bermain Kalpataru Diaudit

( kata)
Wujudkan KLA, Taman Bermain Kalpataru Diaudit
Joko Santoso (kiri) Ketua auditor tim independen Kementrian PPA saat lakukan pengecekan pada Lapangan Kalpataru, Kamis (17/10). Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung Berpotensi Menyandang Kota Layak Anak. 

Bandar Lampung (Lampost.co): Kota Bandar Lampung berpotensi menyandang  Kota Layak Anak (KLA). Hal itu diungkapkan Tim Penilai dari Kementrian Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak,  saat melakukan peninjauan ke ruang terbuka  hijau (RTH) Kalpataru yang berada di Kecamatan Kemiling, Kamis, 17 Oktober 2019 sekitar pukul 16.30 WIB. 

Penilaian seiring dengan peningkatan RTH pada lapangan Kalpataru yang tengah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.  Di lapangan itu akan tersedia berbagai fasilitas, khususnya sarana bermain anak yang aman dan nyaman. 

Ketua auditor tim independen Kementrian PPA Joko Santoso mengatakan pihaknya menilai standar dan sertifikasi ruang bermain ramah anak yang merupakan bagian dari struktur KLA. 

Menurutnya, penilaian tersebut berdampak besar terhadap hasil rekomendasi untuk dapat mendapatkan predikat KLA. Dimana penilaian ini, perannya bisa 50 persen dalam terwujutnya KLA.

"Kami sudah 4 hari melakukan audit di Bandar Lampung, dengan mengecek kondisi ruang bermain anak di lapangan, apakah memenuhi syarat untuk bisa diajukan dan disertifikasi menjadi ruang bermain ramah anak," kata Joko. 

"Ada 13 persyaratan dari lokasi dan pengolahan,  dan 13 yang paling penting adalah sarana bermain anak dengan usia 18 tahun ke bawah. Alat bermain minimal ada 5 jenis yaitu ayunan, jungkat-jungkit yang masuk dalam panduan," lanjutnya. 

Joko menerangakan, tahun 2019 ini ada 30 daerah kabupaten/kota yang diaudit, dari Selasa sampai hari ini,  dan akan disusun menjadi satu laporan audit untuk menentukan apakah ruang bermain anak Kalpataru ini bisa diajukan sertifikasi atau tidak.

 "Hasilnya belum kita ketahui karena sampai saat ini masih dihitung dan dianalisis,  besok pagi baru kita tetapkan, bisa diajukan atau disertifikasi. Sertifikasi kemudian akan dipasang di lokasi. Menandakan bahwa fasilitas taman bermain ini sudah memenuhi syarat sebagai ruang bermain ramah anak," ujarnya. 

Joko mengatakan, pihaknya untuk menjadi kota layak anak itu dapat dilihat dari potensi daerah sinergitas UPT dengan pemerintah sangat penting.

Menurutnya, Bandar Lampung berpotensi menjadi KLA. Karena usaha dan komitmen dinilai sangat baik. Namun untuk hasil keseluruhan akan disampaikan besok. 

"Jadi untuk mencapai kota layak anak itu ada 13 persyaratan wajib yang dipenuhi, dari 13 itu ada 12 syaratnya wajib dan satunya tidak wajib. Kalau ada yang tidak terpenuhi dan skornya kurang dari nilai 199 tidak bisa diajukan, karena nilai minimalnya 199. Kalau diatas itu bisa kita ajukan," pungkasnya.  

Deta Citrawan







Berita Terkait



Komentar