#LampostWeekend#Sorot#bisnis#BiroPerjalanan

Wujudkan Impian ke Luar Negeri

( kata)
Wujudkan Impian ke Luar Negeri
Sejumlah warga berbincang dengan staf biro perjalanan guna mendapatkan informasi lengkap fasilitas yang didapatkan dari biro tersebut. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW.


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Mendekati akhir tahun yang juga bertepatan dengan libur sekolah, sebagian orang sudah meren­canakan tujuan liburannya. Meski bagi sebagian orang liburan ke luar negeri terbilang mahal, tetapi kalau pandai-pandai menyiasati, kita bisa memanfaatkan paket-pa­ket promosi sehingga jalan-jalan keluar negeri bukan lagi sekadar impian.
Ada banyak biro perjalanan wisata yang menawarkan paket-paket promosi wisata mancanegara sehingga masyarakat ekonomi menengah pun bisa pelesiran ke luar negeri.
Pemilik Keyto Tour and Travel, Risna Elisa, menuturkan sejak beberapa tahun terakhir peminat travelling ke luar negeri mengalami peningkatan. Eropa menjadi desti­nasi wisata yang paling tinggi pe­minatnya. Tempat-tempat populer di benua biru itu, seperti menara Eiffel, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Lampung.
“Kalau liburan akhir tahun, biasanya Eropa dan Disneyland men­jadi tujuan wisata favorit karena biasanya mereka membawa anak-anak dan keluarga berlibur,” ujar Elisa, yang juga bendahara di Asosiasi Tour and Travel Indonesia (Asita) Lampung.
Sekretaris Asita Lampung Adi Su­santo menuturkan di 2017 negara tujuan paling banyak dikunjungi adalah Singapura dan Thailand, yang jumlahnya lebih dari 50% dari pelancong ke luar negeri. Disusul negara Malaysia, Jerman, dan Berlin.
Dengan harga tiket yang relatif murah, jarak yang dekat, Singa­pura menjadi salah satu tujuan dan surga belanja bagi pelancong. Tidak heran jika banyak orang berbondong-bondong mengunjungi kota singa tersebut.
“Ongkos tiket pesawat ke Singa­pura dan Thailand hampir sama dengan ke Bali, sehingga orang lebih memilih ke Singapura seka­lian ke luar negeri. Selain bebas visa, cukup dengan paspor, orang sudah bisa jalan-jalan ke luar negeri,” kata Adi.
Bahkan untuk mengunjungi Singapura, Malaysia, dan Thailand yang dekat dengan Indonesia, pelancong bisa menempuh jalan darat dan laut dengan tarif lebih murah. Selain itu, penggunaan ba­hasa Melayu, menu makanan yang mirip dengan di Indonesia menjadi pertimbangan tersendiri untuk menjadikan negeri jiran sebagai tujuan liburan. Adapun untuk tu­juan Eropa dan Jerman, menurut Adi, biasanya dipilih orang dengan tingkat ekonomi atas.

Wisata Halal

Selain menawarkan paket-paket promosi, penyedia jasa tur dan travel juga menawarkan fasilitas dan kenyamanan untuk menarik minat para traveller. Selain itu, saat ini sedang marak tawaran wisata halal yang banyak diminati kamu muslim.
Wisata itu pada umumnya sama dengan paket wisata lainnya, hanya penyelenggara memberikan perha­tian lebih agar peserta tetap bisa menjalankan ibadahnya, seperti salat lima waktu dan menyediakan menu makanan halal. “Wisata halal itu sama saja, cuma kita perhatikan waktu ibadah. Ada masjid kita ber­henti salat, ada restoran yang ada musalanya kita salat di sana. Begitu juga dengan makanannya yang terjamin halal,” kata Elisa.
Menurut dia, dengan wisata halal ini, orang muslim tidak khawatir lagi pergi keluar negeri karena alasan makanan yang tidak halal dan meninggalkan salat.
Salah seorang traveller, Andri­ana Susmayanti menuturkan dari pengalamannya berkunjung ke berbagai negara, Amerika menjadi negara paling berkesan. Selain destinasinya yang bagus, penduduk USA ternyata lebih ramah dibandingkan orang Indonesia.
“Semuanya ramah, pelayanan­nya ramah, sapa, tegurnya juga ramah lebih dari orang Indonesia,” kata dia.
Selain Amerika, Jepang dan Tiongkok juga memberikan kesan dan pengalaman masing-masing baginya. Andri yang merupakan kepala seko­lah swasta di Bandar Lampung itu mengaku negara yang ingin dikun­jungi salah satunya adalah Eropa. “Ci­ta-citanya pengin ke Eropa,” ujarnya.
Traveller lainnya, Yunizar Hasan, mengaku terkesan dengan Singa­pura. Selain kaya dengan destinasi belanja, Singapura menjadi negara dengan penduduk paling tertib. Namun di sisi lain penduduk Singa­pura kurang ramah dibandingkan dengan Indonesia.
“Di Singapura karena orangnya sangat disiplin dan tertib, ketika kita di sana ikut tertib juga,” ujar pria yang pernah berkunjung ke Turki, Singapura, Arab saudi, dan Malaysia itu.

Nur Jannah









Komentar