#beritalampung#beritadaerah#lampung#kalianda

Workshop Potensi Ekonomi dan Ekologi di Pulau Sebesi Batal Digelar

( kata)
Workshop Potensi Ekonomi dan Ekologi di Pulau Sebesi Batal Digelar
Lokasi workshop di Kahai Beach Hotel, Desa Batubalak, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang gagal dilaksanakan. Lampost /perdhana

KALIANDA (Lampost.co) -- Rencana workshop PT Lautan Indah Persada (LIP) yang diduga menggunakan NGO atau LSM yang bernama Yayasan Fasilitator Masyarakat Indonesia (YFMI) bagal digelar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun lampost.co, diketahui rencana workshop itu dengan tema Potensi Ekonomi dan Ekologi di Pulau Sebesi yang akan digelar tiga hari, 13-15 Oktober 2019 di Hotel Kahai Beach, Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Salah seorang pegawai Kahai Beach hotel Hersan mengatakan, acara workshop sudah dipastikan gagal total. Pasalnya acara itu diduga sudah bocor dan peserta dari Pulau Sebesi enggan untuk hadir walau transportasi sudah dipersiapkan.

"Acaranya gagal mas, katanya sih agendanya itu sudah bocor sebelum acara terlaksana, spanduknya saja sudah saya copot dan belum ada pembayaran apa-apa juga ke pihak Hotel Kahai Beach. Warga Pulau Sebesipun enggan hadir walau sudah disiapkan dua kapal," katanya pada Lampost.co,  Senin 14 Oktober 2019. 

Kepala Desa Batubalak Rusdi Adwar menolak keras adanya acara yang menyangkut Penambangan pasir dikawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) apa lagi acara itu tidak ada konfirmasi dari pihak penyelenggara.

"Saya menolak kalau urusan penambangan pasir di GAK di tambah lagi saya tidak mengetahui acara itu undangannya pun tidak pernah saya terima akan di selenggarakan di desa ini," kata dia. 

Terkait akan diadakan workshop meskipun gagal dilaksanakan, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Rajabasa, akan lakukan rapat koordinasi untuk menyikapi hal tersebut. 

"Hari ini  kami Kepala Desa sekecamatan Rajabasa akan melakukan rapat koordinasi terkait acara workshop," katanya.

Sementara itu, Camat Rajabada Shaptudin mengaku tidak mengetahui akan adanya acara workshop di Hotel Kahai Beach yang di duga diselenggarakan PT LIP.

"Tidak ada pemberitauannya terkait acara itu dan saya tidak pernah menerima undangan, saya hanya mengetahui dari laporan warga tapi sekarang katanya acaranya tidak jadi," katanya. 

Saat diminta tanggapannya terkait penambangan pasir dikawasan GAK, Saptudin juga mengatakan tidak akan menyalahi aturan,

"Saya hanya mengikuti sesuai dengan prosedur yang ada," ujat dia. 

Perdhana Wibisono

Berita Terkait

Komentar