#Kesehatan#VirusKorona

WNI Terjangkit Korona di Singapura Tolak Berikan Identitas ke KBRI

( kata)
WNI Terjangkit Korona di Singapura Tolak Berikan Identitas ke KBRI
WNI yang terjangkit virus korona sudah dinyatakan sembuh. Foto: AFP

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah Singapura pada 4 Februari lalu melaporkan ada seorang warga negara Indonesia terjangkit virus korona COVID-19. Namun, identitasnya tidak diungkapkan kepada Pemerintah Indonesia karena dilindungi Personal Data Protection Act Singapura.

Saat ini, WNI tersebut sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. Namun, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, WNI itu tidak bersedia menyampaikan identitasnya kepada KBRI Singapura.

"WNI tersebut tetap tidak bersedia menyampaikan identitasnya kepada KBRI Singapura. Kita hargai privacy yang bersangkutan, yang utama adalah yang bersangkutan dinyatakan sehat," ujarnya di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Judha mengatakan, KBRI Singapura telah memberikan nomor yang bisa dihubungi oleh WNI tersebut jika ingin mendapat bantuan dari perwakilan RI. Namun, hingga kini dia tidak menghubungi KBRI.

"Sesuai dengan Konvensi Wina 1963, perlindungan kekonsuleran memang memerlukan persetujuan dari yang bersangkutan. Itu pilihan yang bersangkutan, kita hormati," imbuhnya.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus korona COVID-19 di Singapura akhirnya dinyatakan sembuh. Ia juga telah pulang dari rumah sakit tempatnya dirawat.

KBRI Singapura hanya bisa mengatakan bahwa kondisi kesehatan sang WNI relatif baik. Perkembangan kondisinya juga akan terus dipantau dari waktu ke waktu.

WNI ini dilaporkan terjangkit virus korona tanpa ada riwayat ke Tiongkok yang merupakan pusat penyebaran virus. Setelah ditelusuri, rupanya dia terjangkit dari majikannya yang juga dinyatakan positif virus COVID-19.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar