#internasional#beritainternasional

WNI asal NTT Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia

( kata)
WNI asal NTT Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia
Welmince Alunat (kiri) berhasil selamat dari ancaman hukuman mati. (KBRI Kuala Lumpur)


Kuala Lumpur (Lampost.co) -- Seorang warga negara Indonesia (WNI) dibebaskan dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Welmince Alunat merupakan seorang ibu asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia dibebaskan dari ancaman hukuman mati oleh Pengadilan Malaysia. Kini, ia berhasil dipulangkan menuju kampung halamannya.

Welmince kembali ke tanah air dengan pesawat Malaysian Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta dari Kuala Lumpur International Airport pada 25 Maret 2022 dengan didampingi pelepasannya oleh Staf KBRI Kuala Lumpur.

"Kasus ancaman hukuman mati WA berawal sejak 2019. WA dituduh atas kasus pembunuhan bayinya sendiri," kata KBRI Kuala Lumpur dalam pernyataannya, Rabu, 30 Maret 2022.

Dari rangkaian persidangan yang dijalani, pada 3 Desember 2021 Mahkamah Tinggi Shah Alam-Selangor memutuskan WA melakukan pembunuhan tidak disengaja sehingga terlepas dari ancaman hukuman mati.

Ia hanya dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Atas putusan tersebut Penuntut Umum tidak mengajukan upaya banding, sehingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

"Dengan potong masa tahanan dua tahun, WA sudah dapat dibebaskan," tutur mereka.

"KBRI Kuala Lumpur sejak awal penahanan WA memberikan pendampingan hukum untuk memastikan perlindungan maksimal bagi WA," sambung KBRI.

Kolaborasi KBRI Kuala Lumpur dengan retainer lawyer Gooi & Azura untuk menyusun strategi dalam

penanganan kasus WA, termasuk dukungan Pusdokkes POLRI dalam pembelaan WA, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan kasus ini.

Sesuai ketentuan di Malaysia, setelah dinyatakan bebas Welmince dipindahkan dari penjara Kajang ke Depot Tahanan Imigresen (DTI) untuk proses pemulangan. Ia sebelumnya dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 4 Maret 2022, tetapi terkendala tes PCR positif Covid-19.

"WA akhirnya dapat pulang bersama-sama dengan tiga orang PMI lainnya yang juga diselesaikan permasalahannya dan sempat ditampung di shelter KBRI Kuala Lumpur," terang KBRI.

Koordinator Fungsi Konsuler Rijal Al Hudamenyampaikan, KBRI Kuala Lumpur terus mengawal kasus-kasus yang dihadapi WNI dan dalam upaya pemberian perlindungan bagi WNI.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar