#ekbis#umkm#tamankuliner

Wisata Kuliner & UMKM Hidupkan Ekonomi Rakyat

( kata)
Wisata Kuliner & UMKM Hidupkan Ekonomi Rakyat
Suasana di Taman Wisata Kuliner & UMKM Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung yang digelar setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggi, terus bergeliat menghidupkan ekonomi kerakyatan. (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wisata Kuliner & Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar Patung Soekarno Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung yang digelar setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggi, terus bergeliat menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Keberadaan wisata kuliner initetap menerapkan protokol kesehatan secara melekat. Seperti yang disampaikan salah satu Pelaku UMKM pemilik Tungku Serabi Dapur Aziza,  bahwa dirinya merasa senang ada event yang memberi ruang untuk pelaku kuliner dan UMKM mempromosikan usahanya. 

Dilapaknya, ia menyediakan jajanan pasar, serabi, talam, bebungkul, kue tat, lapis legit, engkak, ketan brownis, brownis kukus, dan nastar keju.

"Untuk harganya Rp.10 ribuan untuk satu porsi. Alhamdulillah ramai dari pagi jam 7.00 WIB selesai jam 10.00 WIB. Kita berharap pandemi segera usai dan ekonomi terus bergeliat," katanya kepada Lampost, Minggu, 21 November 2021.

Begitupun disampaikan Pelaku UMKM yang menjual Dimsum, Anita Gustiana. Ia menjual dimsum aneka rasa yakni rasa ayam, udang, dan dampling/ayam sayur. Untuk harganya Rp10 ribu/porsinya. Satu porsi isi 3 dimsum.

"Pengennya ramai terus yang beli, jangan awal-awalnya saja ramai terus kedepan berangsur sepi. Alhamdulillah kalau lagi ramai sehari bisa laku terjual sampai 75 porsi," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana telah meresmikan Sentra UMKM di jalan Jenderal Gatot Subroto, Pahoman, Kota Bandar Lampung resmi dibuka untuk umum. Sentra UMKM ini diperkenalkan dengan nama taman UMKM bung Karno dikarenakan adanya patung Ir. Soekarno.

Event tersebut dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pagi mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WIB. Pemkot telah menyediakan sebanyak 600 tempat bagi para pedagang, namun situasi di masa pandemi ini hanya di isi oleh 400 pedagang agar terdapat jarak.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar