#ekonomi#UMKM#BndarLampung

Wisata Kuliner dan UMKM Bandar Lampung Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

( kata)
Wisata Kuliner dan UMKM Bandar Lampung Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Suasana Wisata Kuliner dan UMKM di sekitar Patung Soekarno Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung. (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Wisata Kuliner dan UMKM di sekitar Patung Soekarno Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung yang dibuka setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu menghidupkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Seperti yang disampaikan salah satu pelaku UMKM, Siti Maysaroh. Ia menjual berbagai jamu tradisional seperti kunyit asem, beras kencur, temulawak, dan berbagai cemilan gorengan. Berbagai jamu tersebut dijual dengan harga Rp6 ribu sampai Rp12 ribu per kemasan.

"Alhamdulillah pandemi mulai mereda. Adanya Wisata Kuliner dan UMKM ini setidaknya menghidupkan ekonomi kerakyatan. Kemudian sebagai tempat untuk keluarga mengisi weekend pagi dengan berjalan-jalan dan jajan. Tapi tetap prokes melekat," katanya kepada Lampost, Minggu, 7 November 2021.

Pelaku UMKM lainnya, M. Ilham Rengganis yang menjajakan berbagai kuliner seperti paket nasi gudeg, krecek, botok, peyek, teri crispy, kulit ayam, orek kentang, rendang jengkol, dan berbagainya.

"Program dari Bunda Eva, Wali Kota Bandar Lampung memberi ruang kepada kita untuk menggerakan perekonomian. Alhamdulillah ramai. Semoga terus berkelanjutan bukan sekadar seremonial," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana telah meresmikan Sentra UMKM di jalan Jenderal Gatot Subroto, Pahoman, resmi dibuka untuk umum. Sentra UMKM ini di perkenalkan dengan nama taman UMKM bung Karno dikarenakan adanya patung Ir. Soekarno.

Event tersebut dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pagi mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WIB. Pemkot telah menyediakan sebanyak 600 tempat bagi para pedagang, namun situasi di masa pandemi ini hanya di isi oleh 400 pedagang agar terdapat jarak.  

 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar