#wisata#tulangbawang

Wisata Alam 21 Kampung Aji Mesir, Spot Asri nan Instagramable di Tulangbawang

( kata)
Wisata Alam 21 Kampung Aji Mesir, Spot Asri nan <i>Instagramable</i> di Tulangbawang
Salah satu sudut Wisata Alam 21 Kampung Aji Mesir, Kecamatan Gedungaji, Kabupaten Tulangbawang. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co) -- Keberadaan Wisata Alam 21 Kampung Aji Mesir, Kecamatan Gedungaji, Kabupaten Tulangbawang dinilai berhasil melambungkan nama kampung dan mendongkrak perekonomian warga. 

Kawasan wisata yang menyajikan panorama alam itu dibangun pada September 2020 lalu melalui dana Bantuan Ekonomi Kreatif Mandiri Bergerak Melayani Warga (BMW) yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang. 

Kepala Kampung Aji Mesir, Arbain mengatakan, cikal bakal terlahirnya wisata alam yang kini tengah digandrungi pengunjung itu berasal dari suntikan dana Pemkab sebesar Rp40 juta. Bantuan itu dikucurkan untuk menopang usaha baru masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Karang Taruna Tunas Harapan dan Kelompok PKK Wanita Bunda Kreatif masing-masing senilai Rp20 juta. 

Dana itu, kemudian digunakan untuk membangun jembatan sepanjang 120 meter, spot foto di pinggir sungai, dermaga, serta empat buah saung. 

"Dari situ tercipta nama Wisata Alam 21, karena modal berasal dari dua kelompok yang dilebur atau digabung menjadi satu," kata Arbain, Jumat, 17 September 2021.

Baca: Jumlah Wisatawan di Lampung Naik 50 Persen

 

Lokasi wisata seluas satu hektare itu menyajikan panorama keindahan alam hutan mangrove dan jernihnya air Sungai Pidada yang tersambung dengan Sungai Tulangbawang. 

Wisatawan yang hendak menikmati jernihnya air dengan warna kebiruan itu, kata dia, mesti datang sekitar Oktober hingga Desember. 

"Kalau sungai pasang, warna air akan berubah keruh," ujar dia. 

Menurut Arbain, sejak diresmikan, terdapat beberapa spot foto instagramable yang dapat digunakan untuk mengabadikan momen liburan. Kemudian, fasilitas yang tersedia di antaranya 13 kedai permanen, aula khusus, 13 saung, spot foto di pinggir sungai, tempat pemandian anak, rumah pohon, musala, dan aula karoke keluarga. 

Sejak rampung dibangun, tercatat 80 wisatawan lokal per harinya datang berkunjung. Mereka membayar tiket masuk sebesar Rp8000 per orang. 

 "Income-nya sekarang sudah mencapai kurang lebih Rp150 juta," kata dia. 

Lokasi wisata itu, jelas dia, kini mampu mendongkrak perekonomian warga. Pasalnya, terdapat 45 orang warga kini terlibat dalam pengelolaan wisata dan 13 keluarga menjajakan dagangannya di sekitar lokasi. 

"Ke depan kami akan membuat wisata sawah dan kolam pemancingan. Selain Wisata Alam 21, disini juga ada Wisata Pelangi Aji Mesir," ujar dia. 

Untuk dapat tiba di lokasi wisata itu, traveler dapat menempuh jalur darat dengan memakan waktu sekitar dua jam dari pusat kota Kabupaten Tulangbawang. 

"Untuk akses jalan menuju lokasi, saat ini sudah cukup baik," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar