#Stunting#GiziBuruk

Winarti Targetkan Tulangbawang Bebas Stunting pada 2024

( kata)
Winarti Targetkan Tulangbawang Bebas <i>Stunting</i> pada 2024
Bupati Tulangbawang, Winarti. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang mencatat angka stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis pada 2020 turun menjadi 8,93%. Penurunan ini bahkan melebihi target nasional, yakni 14%.


"Kabupaten Tulangbawang saat ini step by step memperjuangkan gizi anak guna menekan angka stunting," kata Bupati Tulangbawang, Winarti, Kamis, 20 Mei 2021.

Baca: Fokus Intervensi Stunting di Lampung Diperluas ke Empat Daerah

 

Winarti menjelaskan, keberhasilan itu tidak lepas dari komitmennya melalui salah satu dari 25 program Bergerak Melayani Warga (BMW) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga, terutama ibu hamil.

"Angka stunting berhasil menurun dalam tiga tahun terakhir," kata dia. 

Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka stunting di Kabupaten Tulangbawang mencapai 32,49%. Sedangkan pada 2019, dengan mengacu studi status gizi balita Indonesia (SSGBI) juga tercatat turun menjadi 15,39%. 

Berdasarkan program gerebek stunting pada Februari 2020, angka kondisi gagal tumbuh pada balita turun menjadi 12,67%. Penurunan juga terjadi pada bulan Agustus menjadi 11,17%, hingga kembali mengecil menjadi 8,93% masih di tahun yang sama.

Program BMW menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) untuk ibu yang ingin melahirkan. Melalui program ini pula tersedia 99 unit ambulans

"Sebanyak 20 unit melalui anggaran pendapatan dan belanja kampung (APBKam) dan 79 unit dari anggaran daerah (APBD)," katanya. 

Belum lagi, adanya jaminan persalinan (Jampersal) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga dinilai sangat membantu warga dalam pembiayaan Antenatal Care (ACN). Pemeriksaan kehamilan akan diberikan sembilan kali hingga proses melahirkan. 

"Kabupaten Tulangbawang menargetkan 2024 bebas stunting," kata Winarti. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar