#CekFakta#WHO#Covid-19#VirusKorona

WHO Terima Suntikan Dana dari Bill Gates untuk Menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi?

( kata)
WHO Terima Suntikan Dana dari Bill Gates untuk Menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi?
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Instagram

Beredar informasi bahwa pendiri Microsoft sekaligus orang terkaya kedua di dunia Bill Gates, memberikan sumbangan USD 50 Juta kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menetapkan pandemi covid-19. Penetapan pandemi covid-19 pada 11 Maret 2020, dituding dipengaruhi oleh Bill Gates. Informasi itu beredar melalui berbagai platform media sosial.

Akun Instagram @satriaputra94 membagikan informasi itu melalui unggahan video yang menampilkan gelar wicara (talkshow) dari Fox News berjudul "Exposed: Bill Gates Influence on World Health Organization" pada Kamis, 18 Juni 2020. Pada acara itu, Editor Washington Times, Cheryl Chumley, dihadirkan sebagai narasumber.

Pemilik akun juga memberikan takarir (caption) pada video tersebut. Berikut narasi yang beredar:

"Bill Gates "Suntik" WHO 50 Juta Dolar Untuk Menyatakan Bahwa Covid19 Adalah "Pandemi" Dipublikasikan Tanggal 5 Juni 2020

Awalnya, WHO tidak ingin menyatakan Covid sebagai Pandemi. Namun Sehari Kemudian, Bill Gates menyuntikan Dana 50 juta Dolar kepada WHO. Dan Setelah Itu, Keesokan Hari, Sekretaris Jenderal WHO menyatakannya sebagai "Pandemi". Sumber: https://youtu.be/LgviYB0eP0Y (Qiao Dan/Fox News)"

Penelusuran:

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa WHO menerima dana USD50 juta dari Donald Trump sehari sebelum penetapan pandemi virus Korona baru (covid-19) pada Rabu, 11 Maret 2020, adalah salah. Bill Gates, melalui yayasan amalnya Bill And Melinda Gates Foundation sudah memberikan donasi kepada WHO untuk penanganan covid-19 pada Februari 2020, sebelum covid-19 ditetapkan sebagai pandemi.

Dilansir Forbes.com, melalui artikel berjudul "Bill And Melinda Gates Donate $100 Million To Coronavirus Vaccine Research And Treatment" dimuat pada 5 Februari 2020, dijelaskan bahwa Bill Gates dan istrinya Melinda, menyumbang USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS) kepada WHO untuk penelitian vaksin dan upaya pengobatan virus korona.

Donasi Gates tersebut diberikan untuk memenuhi sekitar 15 persen dari kebutuhan WHO sebesar US$675 juta untuk memerangi penyebaran akibat covid-19 itu.

Tak berhenti di situ, Bill Gates dan Istrinya kembali memberikan donasi setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan sumbangan untuk WHO. Dilansir Katadata.co.id, melalui artikel berjudul "Trump Setop Danai WHO, Bill dan Melinda Gates Sumbang Rp 3,9 Triliun" dimuat pada 16 April 2020, menjelaskan bahwa Bill and Melinda Gates Foundation menambah sumbangannya kepada WHO USD 150 juta. Total sumbangan Bill Gates dan istrinya untuk WHO menjadi USD 250 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun. Sumbangan ini untuk perawatan pasien terinfeksi covid-19, vaksin dan langkah-langkah kesehatan lainnya.

Melinda Gates mengungkapkan keprihatinannya atas sikap Trump yang menarik dana dari WHO. “Ini tidak masuk akal (dilakukan) saat pandemi,” kata dia melalui wawancara telepon, dikutip dari Reuters, Kamis 16 April 2020.

Pasangan tersebut khawatir kekurangaan dana di WHO akan sulit diisi dari mitra lain. Apalagi, ada banyak negara miskin dan populasinya rentan terjangkit virus korona.

“Kami perlu mengatasi apa yang baru saja dimulai di negara-negara Afrika dan Asia Selatan. Kami melihat kebutuhan yang sangat besar, dan itulah mengapa kami meningkatkan komitmen lebih dari dua kali lipat,” katanya.

Melalui akun Twitternya, Gates mengatakan, masyarakat miskin rentan terdampak krisis Kesehatan. Dia ingin memastikan bantuan dana dapat segera tersalurkan.

“Kita harus memastikan, bantuan tunai diberikan dan mereka memiliki akses ke perawatan kesehatan primer,” ujar dia.

Dilansir National Geographic, melalui artikel berjudul "WHO Tetapkan COVID-19 Sebagai Pandemi Global, Apa Maksudnya?" Dirjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, penetapan covid-19 sebagai pandemi dilakukan mengingat tingkat penyebaran dan keparahan yang menghawatirkan dari virus korona baru. Pada awal Maret 2020, kasus covid-19 sudah terjadi di 114 negara dan wilayah.

Sementara itu, dilansir Tempo yang merujuk Media Matters of America, sebuah pusat penelitian dan informasi independen di Amerika, menyebut Washington Times adalah surat kabar harian konservatif yang diterbitkan di Washington DC. Media ini sering menampilkan konten rasis dan mempromosikan teori konspirasi.

Pula, masih masih dari sumber yang sama, Media Matters of America menyebut Fox News saluran televisi kabel sayap kanan didirikan pada tahun 1996 oleh Rupert Murdoch dan Roger Ailes dan dimiliki oleh Fox Corporation.

Fox News berfungsi sebagai outlet propaganda untuk Partai Republik dan menyatakan dirinya sebagai "suara oposisi" selama pemerintahan Presiden Demokrat Barack Obama. Selama pemerintahan Trump, banyak host dan komentator secara terbuka pro-Trump dan beberapa berfungsi sebagai penasihat presiden tidak resmi.

Kesimpulan:

Klaim bahwa WHO menerima dana USD50 juta dari Donald Trump sehari sebelum penetapan pandemi virus Korona baru (covid-19) pada Rabu, 11 Maret 2020, adalah salah. Bill Gates, melalui yayasan amalnya Bill And Melinda Gates Foundation sudah memberikan donasi kepada WHO untuk penanganan covid-19 pada Februari 2020, sebelum covid-19 ditetapkan sebagai pandemi.

Informasi tersebut masuk dalam kategori false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Referensi:

https://www.forbes.com/sites/lisettevoytko/2020/02/05/bill-and-melinda-gates-donate-100-million-to-coronavirus-vaccine-research/#5eb738f06e9e

https://katadata.co.id/berita/2020/04/16/trump-setop-danai-who-bill-dan-melinda-gates-sumbang-rp-39-triliun

https://www.mediamatters.org/fox-news

https://www.mediamatters.org/washington-times

https://cekfakta.tempo.co/fakta/838/fakta-atau-hoaks-benarkah-who-tetapkan-covid-19-sebagai-pandemi-sehari-setelah-terima-sumbangan-bill-gates

 

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar