ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

WHO: Pemakaian Masker Anak di Bawah 2 Tahun untuk Kondisi Khusus 

( kata)
WHO: Pemakaian Masker Anak di Bawah 2 Tahun untuk Kondisi Khusus 
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Memakai masker salah satu "senjata" ampuh selain mencuci tangan dan menjaga jarak di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Siapa pun wajib menggunakan masker, terutama ketika sedang berada di luar rumah tidak terkecuali anak-anak. Masker direkomendasikan WHO untuk dikenakan pada anak berusia dua tahun atau lebih.

“Anak yang berusia di bawah dua tahun maupun anak yang tidak sadar atau tidak mampu membuka masker sendiri tidak direkomendasikan mengenakan masker karena adanya risiko kekurangan napas,” ujar dr. Cynthia Rindang K., Sp.A, dokter spesialis anak di RSPI Puri Indah.

Namun, dilansir dari laman resmi WHO, anak yang berusia di bawah dua tahun memakai masker pada beberapa kondisi khusus. Hal ini menurut WHO diperlukan jika anak tersebut berada di sekitar orang yang sedang sakit.

WHO juga menyarankan orang tua atau orang yang berada di dekat anak tersebut harus terus memantau atau melihat kondisi si kecil saat sedang memakai masker.

Selain kondisi di atas, anak-anak dengan kondisi, seperti cystic fibrosis atau fibrosis kistik dan kanker harus memakai masker dengan konsultasi dokter. Cystic fibrosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.

Kedua kondisi ini mengharuskan si kecil memakai masker untuk menghindari penyakit dan transmisi dari orang lain. Dan, masker juga diharuskan dipakai pada kondisi kesehatan tertentu yang memiliki kondisi kesehatan yang berisiko.

Dr. Cynthia memberikan beberapa saran mudah agar si kecil tak sulit memakai masker, misalnya:

1. Memberi contoh penggunaan masker pada boneka favorit anak.

2. Menunjukkan berbagai gambar anak-anak lain yang sedang mengenakan masker.

3. Membeli atau hias masker dengan berbagai gambar yang disukai anak.

Bagaimana dengan pemakaian plastik mika?

Bagi kamu yang memakaikan plastik mika di wajah si kecil, dr. Citra Amelinda, Sp.A, IBCLC, M.Kes., memberikan tanggapan, yaitu, “Untuk plastik mika, itu kan cuma bagian depannya saja. Kumannya itu kecil sekali. Jadi virus tetap bisa masuk." 

"Jadi mika tak efektif. Di website CDC Amerika penggunaan mika shield sudah tidak dianjurkan,” katanya.

Bila anak di bawah dua tahun tetap harus keluar, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko penularan. Bantu si kecil untuk rajin mencuci tangan dan ingatkan ia untuk menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.

Medcom







Berita Terkait



Komentar