#covid-19#india

WHO: Kasus Covid-19 India Sangat Memilukan

( kata)
WHO: Kasus Covid-19 India Sangat Memilukan
Ilustrasi. AFP


Jenewa (Lampost.co) -- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, situasi Covid-19 di India sangat memilukan. Dia juga menyoroti peningkatan kasus selama sembilan minggu berturut-turut.

“Secara global, pandemi covid-19 terus meningkat. Kasus sekarang meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, dan kematian meningkat selama enam minggu berturut-turut,” ujar Tedros, dalam keterangan tertulis WHO, yang diterima Medcom.id, Selasa 27 April 2021.

Baca juga: Covid-19 Mengganas, Sistem Kesehatan India Kacau Balau

“Singkatnya, ada hampir banyak kasus di seluruh dunia minggu lalu seperti dalam lima bulan pertama pandemi,” jelasnya.

“Namun sangat menyenangkan melihat sedikit penurunan kasus dan kematian di beberapa wilayah. Tetapi banyak negara masih mengalami penularan yang intens, dan situasi di India sangat memilukan,” tegasnya.

Lonjakan dalam beberapa hari terakhir telah melihat keluarga pasien lari ke media sosial untuk meminta pasokan oksigen dan lokasi tempat tidur rumah sakit yang tersedia. Kondisi itu telah memaksa ibu kota New Delhi untuk memperpanjang penguncian selama seminggu.

“WHO melakukan segala yang kami bisa, menyediakan peralatan dan persediaan penting, termasuk ribuan konsentrator oksigen, rumah sakit lapangan, dan persediaan laboratorium,” ucap Tedros.

Lebih lanjut Tedros mengatakan, WHO telah mengerahkan lebih dari 2.600 staf untuk mendukung tanggapan di lapangan, memberikan dukungan untuk pengawasan, saran teknis, dan upaya vaksinasi.

Menurutnya belum pernah dirinya melihat sebelumnya nilai vaksinasi begitu nyata.

India, dengan penduduk 1,3 miliar telah menjadi hotspot terbaru dari pandemi virus korona yang telah menewaskan lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi bahkan ketika negara-negara yang lebih kaya mengambil langkah menuju normalitas dengan program percepatan vaksinasi.

AS dan Inggris bergegas menggunakan ventilator dan bahan vaksin untuk membantu India mengatasi krisis. Sementara sejumlah negara lain juga menjanjikan dukungan.

India yang telah mencatat lebih dari 195.000 kematian, mencatat 2.812 kematian baru dan 352.991 infeksi baru pada Senin saja. Angka itu merupakan jumlah korban tertinggi sejak dimulainya pandemi.

"Pertumbuhan eksponensial yang telah kami lihat dalam jumlah kasus benar-benar mencengangkan," kata Direktur Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove.

Dia memperingatkan bahwa India tidak unik, dengan menunjukkan bahwa sejumlah negara telah melihat "lintasan peningkatan penularan yang serupa".

"Ini bisa terjadi di sejumlah negara jika kita lengah. Kami berada dalam situasi yang rapuh,” pungkas Maria Van Kerkhove.

Winarko







Berita Terkait



Komentar