#satwalindung#perburuanliar#lingkungan#tnbbs

WCS dan WWF Tak Miliki Data Populasi Pelanduk Napu

( kata)
WCS dan WWF Tak Miliki Data Populasi Pelanduk Napu
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Image

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Beberapa NGO satwa dan lingkungan, hingga saat ini belum memiliki data spesifik terkait populasi pelanduk napu atau tragulus napu, atau sejenis hewan kancil.

Namun, berdasarkan pernyataan dari International Union for Conservation of Nature and Natural Resources  (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam, Napu masuk ke kategori satwa least corncern atau risiko punah yang masih rendah.

Way Canguk Research Station Manager WCS Indonesia Program, Laji Utoyo mengatakan pihak WCS ataupun NGO lainnya, belum ada yang memiliki data dan menganalisis secara spesifik populasi napu, di kawasan TNBBS. Namun napu dan satwa lain yang ada di areal TNBBs termasuk kategori dilindungi. "Belum ada yang menganalisis datanya, tapi memang sering terlihat di kawasan dataran rendah," ujar Laji kepada Lampost.co,  Senin (8/7/2019).

Diketahui napu sementara diburu oleh warga, baik menggunakan jerat ataupun senapan yang kemudian dikonsumsi dagingnya. "Masalahnya pertama mereka (warga) benar-benar tidak tahu kalau itu dilindungi. Yang kedua mereka tahu tapi tetap saja memburu. Kalau kasus di TNBBS sebenarnya (mungkin sebagian besar) masyarakat tahu kalau segala sesuatu dari Taman Nasional itu dilindungi," katanya.

Kendati masih dalam satwa dilindungi dengan risiko rendah, penurunan populasi napu akibat perburuan tentunya dapat mengganggu kestabilan ekosistem dan rantai makanan satwa di TNBBS, seperti harimau, badak, dan gajah. 

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar