#banjir#sungaimeluap#beritalampura

Way Umban Meluap, Pemkab Lampura Turunkan Tim

( kata)
Way Umban Meluap, Pemkab Lampura Turunkan Tim
Sekretaris BPBD Lampura, Wakidi Suwianto saat memimpin tim meninjau daerah terdampak luapan Way Umban di belakang Kantor LDII Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Jumat (5/4/2019). Lampost.co/Fajar Nofitra


KOTABUMI (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menurunkan tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di sejumlah titik terdampak banjir akibat luapan Way (sungai) Umban didaerah sekitar aliran sungai tersebut, Jumat (5/4/2019).


Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya ada 5 titik berada di aliran Way Umban terdampak banjir. Yakni, di Kelurahan Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi Selatan; RK 9; Gang Mushola;  Sangkuriang; Punai dan di belakang kantor LDII, Kelurahan Tanjungharapan. Tim BPBD dipimpin langsung oleh Sekretaris, Wakidi Suwianto bersama jajarannya.

"Setidaknya ada 5 titik terdampak cukup parah, hingga menggenangi rumah penduduk dan jalan penghubung. Akibat luapan Way Umban yang tidak dapat menampung debit air, baik itu akibat hujan dan pendangkalan sungai," kata dia.

Menurutnya, luapan air terjadi karena kemampuan sungai menampung air berkurang, sehingga meluap keluar bahkan ke kediaman masyarakat. Akibat pendangkalan sungai yang diakibatkan keasadaran masyarakat membuang sampah sembarangan masih dilakukan. Untuk itu perlu adanya normalisasi sungai agar air dapat lancar mengalir dia daerah aliran sungai, serta memberikan kesadaran warga dapat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Berdasarkan pengamatan dilapangan, dibantaran sungai warga ada yang membendung sungai untuk kolam pemancingan, rumah-rumah menjorok ke bibir sungai serta kesadaran peduli lingkungan masih rendah dengan membuang sisa rumah tangga disana. Sehingga berakibat pada penyimpitan dan pendangkalan sungai, yang berakibat meluapnya aliran Way Umban," terangnya.

Warga yang terdampak luapan sungai tersebut berharap pemerintah dapat proaktif menanggulangi permasalahan banjir disana. Sebab, menginjak bulan keempat tahun ini telah terjadi dua kali yang demikia. Seperti misalnya normalisasi sejumlah aliran sungai disana, hingga masyarakat dapat aman meninggali rumahnya.

"Ya ini baru dua tahun belakangan terjadi begini, sebelumnya sudah lama tidak banjir sebab ada normalisasi. Kalau sekarang ada hujan dikit saja, sudah was-was warga. Dan kami siap menjaga lingkungan," ujar Andi warga setempat.

Fajar Nofitra








Berita Terkait



Komentar