covid-19nasional

Waspadai Penularan Covid-19 di Sarana Publik Saat Ganjil Genap Diberlakukan

( kata)
Waspadai Penularan Covid-19 di Sarana Publik Saat Ganjil Genap Diberlakukan
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mewaspadai penularan Covid-19 di sarana transportasi publik dan perkantoran terkait pemberlakuan skema pembatasan kendaraan lewat mekanisme ganjil-genap yang diberlakukan kembali pada Senin, 3 Agustus 2020.

"Di masa pandemi Covid-19 ini menjaga jarak antar individu di area publik adalah keharusan. Dengan diberlakukannya kembali kebijakan ganjil genap untuk pembatasan kendaraan pribadi di DKI Jakarta, pemerintah harus mengantisipasi pontensi penularan Covid-19 di area publik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Agustus 2020.

Pernyataan Lestari itu menyikapi kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menerapkan kembali pembatasan kendaraan bermotor roda empat di 25 ruas jalan, dengan sistem ganjil genap pada Senin 3 Agustus 2020.

Menurut Lestari, di fase tren penularan Covid-19 yang semakin tinggi beberapa pekan terakhir, mengarahkan masyarakat menggunakan transportasi publik cukup berisiko memicu penularan.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, 
akhir pekan lalu positivity rate atau persentase kasus positif covid-19 di Jakarta naik, menjadi 7,2 persen, atau masih di atas angka yang direkomendasikan WHO yaitu 5 persen.

Selain itu, tambah Legislator Partai NasDem itu, klaster penularan di perkantoran pun belakangan ini banyak bermunculan. "Dengan kondisi tersebut transportasi publik berpotensi menjadi pusat penularan baru."

Diakui Rerie, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan sejumlah antisipasi, antara lain dengan mengatur kendaraan umum hanya boleh diisi 50 persen saja dari kapasitas daya angkut dan penumpangnya wajib menjalankan protokol kesehatan.

Tetapi mengatur orang dalam jumlah banyak pada fasilitas publik seperti di kereta commuter line, MRT, bus Transjakarta dan sarana publik lainnya, menurut Rerie, sangat rumit dan rawan terjadi kerumunan bila salah mengantisipasi jumlah penumpang yang datang.

Agar kebijakan ganjil genap tersebut bisa berjalan efektif, Rerie juga meminta perusahaan yang berkantor di DKI Jakarta juga disiplin dalam menerapkan pengaturan jam masuk dan pulang kantor. Sehingga, jelasnya, bisa menekan jumlah pekerja yang menggunakan sarana transportasi umum saat berangkat dan pulang kantor.

Dan yang terpenting, tegas Rerie, masyarakat yang beraktivitas di area publik wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, serta menjaga kesehatan.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar