#hujan#genset#listrik

Waspadai Penggunaan Genset Meski Banjir Surut

( kata)
Waspadai Penggunaan Genset Meski Banjir Surut
PLN imbau waspadai penggunaan genset meski banjir surut. Foto; dok PLN.

Jakarta (Lampost.co) --  PT PLN (Persero) meminta masyarakat yang terdampak pemutusan aliran listrik imbas bajir berhati-hati dalam menggunakan mesin pembangkit listrik berbahan bakar solar alias genset. Meski banjir berangsur surut, namun dikhawatirkan instalasi listrik di rumah terdampak banjir masih belum aman.
 
Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN I Made Suprateka mengakui keinginan masyarakat menggunakan jaringan listrik sangat besar usai banjir menerjang. Maklum hidup di zaman modern amat membutuhkan aliran listrik.
 
"Karena listrik PLN belum aman untuk dinyalakan, warga menggunakan genset karena merasa rumahnya sudah aman dari banjir. Padahal instalasi listriknya masih belum aman, ini juga harus diperhatikan, karena berpotensi tersetrum," ujar Made dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Januari 2020.


Hingga pukul 12.00 WIB, PLN telah menyalakan sebanyak 5.001 gardu distribusi atau sebesar 87 persen gardu yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Adapun total sebanyak 5.744 gardu distribusi yang terdampak banjir di Jabodetabek.
 
"Sekarang sisa 743 gardu distribusi yang masih dipadamkan sementara demi keamanan warga," ungkap Made.
 
Wilayah yang masih banyak mengalami pemadaman di Jabodetabek yaitu Cengkareng, Bandengan, Kebun Jeruk, Jasinga, Nanggung, Cibitung, dan Wanasari. Sementara wilayah lainnya sebagian besar telah menyala.
 
Untuk wilayah Banten, dari 598 gardu distribusi yang terdampak banjir, sebanyak 491 gardu distribusi atau 82 persennya telah menyala. Sedangkan 107 gardu distribusi masih dipadamkan sementara.
 
"Banten Selatan menjadi daerah yang masih banyak mengalami pemadaman sementara karena wilayahnya masih banyak tergenang air. Sementara untuk wilayah lainnya seperti Serpong, Cikokol, dan Teluk Naga sebagian besar telah menyala," tutur Made.
 
Untuk mempercepat proses pemeriksaan, PLN menambah sekitar 100 personel yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Total 3.337 personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan penyalaan kembali gardu-gardu distribusi yang aman.
 
"Untuk mempercepat, kami juga mendapat tambahan personel dari Jateng dan Jatim. Semua unit PLN sinergi untuk mempercepat penormalan listrik," tutup Made.

 

 

Medcom



Berita Terkait



Komentar