#tajuklampungpost#kebakaranhutan

Waspada Kebakaran Hutan

( kata)
Waspada Kebakaran Hutan
Ilustrasi Google Image

KEBAKARAN hutan merupakan salah satu bencana yang patut diwaspadai saat kemarau seperti sekarang. Adanya kenaikan suhu akibat kemarau dapat menjadi pemicu kebakaran. Pemadaman juga bakal kian sulit dalam kondisi kemarau sehingga kebakaran hutan kini menjadi momok menakutkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kemarau di Lampung pada tahun ini mulai berlangsung sejak Juni dan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga akhir September 2019. Artinya, kewaspadaan tinggi terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan.

Secara nasional, berdasar pada data statistik bencana tahun 2016 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terjadi sebanyak 178 kasus kebakaran hutan. Pada 2017, hingga akhir pertengahan Desember, tercatat ada 96 kasus kebakaran hutan. Adapun luas hutan dan lahan yang terbakar, yaitu 438.350 hektare pada 2016 dan 150.457 hektare pada 2017.

Kemungkinan kebakaran hutan cukup tinggi terjadi di Lampung, salah satunya di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Di daerah ini terdapat lahan dengan alang-alang mudah terbakar. Selain di TNWK, lokasi lainnya di Lampung yang patut diwaspadai terjadinya kebakaran hutan adalah kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Pesisir Selatan, serta Gunung Seminung, Ranau, Lampung Barat.

Ancaman kebakaran hutan di Bumi Ruwa Jurai bukan perkara sepele. Data di Dinas Kehutanan Lampung bahkan menyebutkan secara akumulasi dalam setiap tahun di Lampung selalu terjadi kebakaran hutan. Luasan lahan yang terbakar pun tidak bisa dianggap sebelah mata, bahkan mencapai kisaran 100 hektare yang tersebar di sejumlah titik.

Karena itulah, lembaga terkait seperti pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan masyarakat di sekitar hutan juga harus siaga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan. Jika tidak waspada, sangat mungkin kebakaran hutan seperti halnya yang terjadi di Mesuji tahun lalu kembali terulang.

Selalu sigap mencegah setiap bencana seperti kebakaran hutan hendaknya dilakukan secara kontinu dan intensif. Jangan sampai ada istilah lengah untuk urusan yang menyangkut keselamatan nyawa orang banyak. Pantau terus fenomena titik api yang terjadi di seputar wilayah hutan di Lampung. Kewaspadaan tidak hanya dapat mencegah, tetapi dapat mengurangi dampak saat terjadi bencana.

Tindakan tegas dan sanksi bagi pelaku pembakaran hutan juga wajib diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kebakaran hutan dan dampaknya tidak hanya menjadi malapetaka bagi kehidupan manusia, tetapi juga ancaman bagi kelangsungan hidup flora dan fauna di dalamnya.

Tim Redaksi Lampung Post

Berita Terkait

Komentar