#Kemarau#Kekeringan#Kebakaranhutan#LampungTimur

Waspada, Ada Tiga Titik Panas di Lampung Timur

( kata)
Waspada, Ada Tiga Titik Panas di Lampung Timur
Ilustrasi kebakaran hutan. www.harnas.co

SUKADANA (Lampost.co) – Kepala BPBD Kabupaten Lampung Timur Tri Pranoto meminta masyarakat waspada. Menurut pantauan, saat ini terdapat tiga titik api di tiga kecamatan di Lamtim yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tiga daerah yang rawan tersebut adalah Kecamatan Sukadana, Labuhanratu, dan Brajaselebah. Titik panas berada di tiga wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas tersebut berdasar pada pemantauaan satelit dan BMKG Lampung.

“Untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, BPBD Lamtim  terus menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) Terpadu,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak membakar saat membuka lahan. Kemudian langkah antisipasi lainnya ialah BPBD juga akan berkoordinasi dengan polsek dan Polres Lamtim terkait upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.

Sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran juga dilakukan BPBD Pesawaran. BPBD mengimbau masyarakat berhati-hati saat membakar sampah dan membuang puntung rokok.

"Langkah itu kami ambil mengingat saat ini sedang musim kemarau. Jadi, kami mengimbau masyarakat selalu mengawasi ketika membakar sampah. Bagi masyarakat yang berada di pinggiran hutan agar berhati-hati ketika membuang puntung rokok dan jangan sampai membakar lahan karena hal tersebut bisa mengakibatkan kebakaran besar," ujar Kepala BPBD Mustari, kemarin.

Dia menambahkan sejauh ini belum adanya laporan dari masyarakat tentang kekurangan air bersih di 11 kecamatan yang ada di Pesawaran. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PDAM untuk mengantisipasi apabila ada laporan masyarakat yang kekurangan air bersih agar dapat segera dikirim," katanya.

Namun, kata dia, pihaknya kekurangan sarana dan prasarana, semisal tangki air yang belum ada. "Sampai saat ini kami belum punya tangki air. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang memiliki tangki air," katanya.

Djoni Hartawan Jaya

Berita Terkait

Komentar