#jalanrusak#proyekjalan#beritalambar

Warga Way Empulau Ulu Minta Pembangunan Jalan Diperbaiki

( kata)
Warga Way Empulau Ulu Minta Pembangunan Jalan Diperbaiki
Ilustrasi jalan jalan lapis tipis aspal-pasir (latasir) diumbuhi rumput. Dok: Google Images

Liwa (Lampost.co): Sejumlah warga Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat tidak terima dengan hasil pembangunan dua ruas jalan pemukiman senilai Rp4,4 miliar yang dilaksanakan oleh Pemprov Lampung melalui dinas terkait.

Warga setempat menilai pengerjaan pembangunan jalan asal-asalan, sehingga kualitas jalan buruk.

Peri, salah satu warga pekon setempat mengatakan pembangunan jalan menuju Pemangku Landos dan Way Laga dibangun asal jadi. Akibatnya, kedua ruas jalan tersebut kini sudah mulai rusak karena beberapa titik diantaranya mulai tergerus air dari atas yang turun menelusuri pinggiran jalan.

"Ruas jalan yang menuju ke arah Way Laga hasil jalan lapis tipis aspal-pasir (latasir) terlihat asal jadi dengan kondisi aspalnya sangat tipis. Beberapa minggu setelah dibangun sudah ditumbuhi rumput. Kemudian ada satu titik sudah mulai longsor karena tergerus air," katanya, Selasa, 3 Maret 2020.

Sementara ruas jalan ke arah Landos menuju arah Bawangbakung dengan kegiatan lapen juga belum selesai. Dimana diatas badan jalan hanya ditaburi batu split.

Hal yang sama disampaikan oleh Das'at yang juga warga Pekon Way Empulau ulu. Menurutnya, selaku masyarakat dan pengguna jalan pihaknya tentu sangat merugi.

"Sebab awalnya berharap jalan ini dibangun agar enak dilintasi, namun ternyata hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami meminta agar pembangunan jalan ini diperbaiki," kata dia.

Berita terkait:

Pembangunan Jalan di Way Empulau Ulu Dinilai Asal-asalan

Sementara itu, Kasi intel Kejaksaan Negeri Liwa Reza mendampingi Kajari Andri Juliansyah mengaku sudah menerima laporan atas hasil pembangunan jalan itu beberapa minggu lalu. Namun, pihaknya belum sempat untuk menindaklanjutinya karena belakangan ini banyak kegiatan.

"Nanti kalau kegiatanya sudah berkurang secepatnya akan kita tindaklanjuti," kata Reza.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar