#sriwijayaair#pesawatjatuh

Warga Tubaba Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Baru Pertama Kali Mengadu Nasib ke Pontianak

( kata)
Warga Tubaba Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Baru Pertama Kali Mengadu Nasib ke Pontianak
Istri Pipit Priyono (kanan), salah satu keluarga yang diduga ikut menjadi korban pesawat kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 . Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Dua dari tiga warga Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batuputih, Tulangbawang Barat (Tubaba) penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dinyatakan hilang kontak saat penerbangan dari Jakarta ke Pontianak Sabtu, 9 Januari 2021, hendak mengadu nasib ke Kota Khatulistiwa.

Keduanya adalah Yohannes (27) dan Pipit Piyono (25) yang merupakan warga RT 04 RW 02 Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batuputih, Tubaba.

Keberangkatan keduanya menuju Pontianak, Kalimantan Barat itu, baru pertama kalinya setelah diajakan salah satu rekan tetangga kampung, Sugiono Efendi (37), warga RT 05 RW 02.

Ketiganya bertolak ke Pontianak melalui Bandara Raden Inten ll Lampung dan transit di Bandara Soekarno Hatta, sebelum melanjutkan penerbangan menuju tujuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Aparatur Tiyuh Toto Makmur Eko Febrianto, ketiga warganya itu menuju Pontianak untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Mereka berpamitan kepada keluarga pada Jumat, 8 Januari 2020 menuju Bandar Lampung.

"Mereka bukan satu keluarga, namun satu wilayah tempat tinggal yang akan berangkat ke Pontianak untuk bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek," kata Eko, Minggu, 10 Januari 2021.

Sugiono Efendi, lanjut dia, sebelumnya memang sudah lama di Pontianak. Pria 37 tahun itu kembali ke kampung halaman lantaran mencari tenaga kerja yang hendak dibawa ke Pontianak.

"Dan dapatlah Yohanes dan Pipit. Sugiono itu bosnya yang bawa dua orang tersebut. Jadi ketiganya berangkat bareng untuk mengadu nasib di Pontianak," ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar