#tanah#tubaba#beritalampung

Warga Tubaba Laporkan Kepalo Tiyuh Soal Tanah

( kata)
Warga Tubaba Laporkan Kepalo Tiyuh Soal Tanah
Warga Tubaba Laporkan Kepalo Tiyuh Soal Tanah. (Foto:lampost/sobirin)


PANARAGAN (Lampost.co) -- Perkara dugaan penyerobotan tanah dan pengerusakan kebun karet milik warga tiyuh Terang Mulya, Kecamatan Gunungterang abupaten Tulangbawang barat (Tubaba), yang melibatkan oknum Kepalo Tiyuh setempat, memasuki tahap pemanggilan kedua kepada saksi terlapor.

Hal ini berdasarkan surat kepolisian resort Tulangbawang nomor B/391/XII/2018/RESKRIM. Perihal Panggilan ke - 2 yang di tujukan kepada, MDR warga tiyuh Terangmulya RT 01 RW 01, kecamatan Gunungterang.

Di hubungi Lampost.co melalui sambungan gawainya, Kepalo Tiyuh Terangmulya, Solidah, mengaku belum tahu adanya surat resmi panggilan yang ditujukan kepada warganya tersebut, namun dirinya menolak jika dia maupun terduga lainnya terlibat dalam perkara dugaan penyerobotan tanah dan pengerusakan kebun karet seluas 100 meter kali 100 meter persegi yang diklaim milik Novery (38) warga Terang Mulya RT 02 RW 01, sebagai pelapor, yang telah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada Desember 2017 silam. 

"Perkara ini sudah pernah masuk ke kejaksaan, dan ditolak oleh kejaksaan, karena buktinya belum cukup untuk mengadili itu, saat ini tanah masih ada, dan karet itu bukan mereka (pelapor) yang menanam, surat mereka (AJB) juga pembuatannya baru, bikin bikin sendiri, ya nanti diadili saja lah inikan ada jalur hukum masing-masing yang mengaturnya," ujarnya, Sabtu (15/12/2018).

Sementara itu pelapor melalui kuasanya, Iskandar, kepada Lampost.co mengungkapkan, bahwa benar pada tanggal 23 Oktober 2017 silam telah melaporkan, Solidah yang juga Kepalo Tiyuh Terangmulya, kepada kepolisian resort Tulangbawang perihal perkara penyerobotan tanah dan pengerusakan kebun karet milik Novery, yang terjadi pada bulan Februari tahun 2016 silam.

"Pada saat itu tanah Novery seluas 1 hektare diserobot saudara Solidah, Kepalo Tiyuh Terangmulya, batang karet yang ada didalam kebun tersebut dirusak dengan exsavator, yang mengakibatkan kerugian saudara Novery sebanyak 220 batang pohon karet siap sadap, kerugian materi ditafsirkan mencapai Rp100 juta," kata Iskandar, sebagai pelapor ke Polres Tulangbawang mengatasnamakan pemilik lahan.

Dikutip dari laporan pemeriksaan sementara Polres Tulangbawang nomor B/113/V/2018/RESKRIM. tertanggal 15 April 2018 menyebutkan, pihak kepolisian telah melakukan cek TKP dan telah meminta keterangan baik dari pihak pelapor maupun terlapor, dan berencana akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara yang dilaporkan terkait penyerobotan tanah sesuai pasal 385 KUHP dan pasal 406 tentang pengerusakan.

Ahmad sobirin



Berita Terkait



Komentar