#penemuanmayat#beritalampung

Warga Temukan 4 Kerangka Manusia Dalam Satu Peti

( kata)
Warga Temukan 4 Kerangka Manusia Dalam Satu Peti
Ilustrasi/istimewa


Tapanuli (Lampost.co) -- Empat tengkorak manusia ditemukan di aliran Aek Sungai Batumandi tepatnya di Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatra Utara. Tengkorak manusia itu ditemukan warga sekitar.

Ke empat tengkorak tersebut ditemukan di dalam peti mati yang terbuat dari pohon enau yang kelihatan usang oleh salah seorang warga yaitu Edu Tarihoran (69), warga Desa Siraja Hutagalung Siatas Barita.

Saksi menemukan tengkorak tersebut saat masuk ke sungai untuk mencari besi-besi bekas untuk diperjualbelikan. Menurutnya, di daratan kering di pinggir sungai, dia melihat ada batang pohon enau yang membusuk muncul ke atas dan diapun penasaran untuk mengetahui hal tersebut.

Setelah mendekat lalu penasaran untuk membuka batang pohon tersebut dan setelah terbuka lalu melihat tengkorak manusia. Warga sekitar didampingi petugas kepolisian dari Polres setempat turun ke pinggir sungai untuk melihat hal tersebut.

Setelah peti yang terbuat dari batang pohon enau tersebut dibuka kelihatan di dalamnya ada tengkorak manusia yang dinilai berusia lebih dari 200 tahun dan diduga kuat merupakan leluhur marga Hutagalung.

Japatar Hutagalung, Kepala Desa Siraja Hutagalung kepada polisi mengaku tengkorak tersebut diyakini tengkorak dari leluhur mereka keturunan dari marga Hutagalung yang dikebumikan sekitar 200 tahun yang lalu.

Alasannya untuk menyampaikan hal tersebut, dulunya Sungai Aek Situmandi tidak selebar saat ini. Jadi pinggiran sungai ini dulunya tempat bercocok tanam warga desa kami. Bahkan sebagian membuat menjadi lokasi makam leluhur .

Akibat perubahan ekosistem, debit air semakin besar dan pinggiran sungai pun terkikis sehingga lahan bercocok tanam dan pekuburan pun jadi aliran sungai.

"Saya meyakini tengkorak itu bukan tengkorak yang ada hubungannya dengan tindak pidana," jelas Kapolres Tapanuli Utara Johanson Sianturi, Rabu, 28 Oktober 2022.

Masyarakat dan penatua Desa Siraja Hutagalung meminta agar polisi menunggu upaya penelusuran atas asal usul kerangka tengkorak tersebut yang nantinya akan dimakamkan secara layak di tempat pemakaman umum melalui prosesi adat.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar