#Tower

Warga Tanjungbaru Tolak Pembangunan Tower BTS

( kata)
Warga Tanjungbaru Tolak Pembangunan Tower BTS
Pembangunan tower menara Base Transceiver Sistem (BTS) di Jalan Perwira II LK III RT.001 Kelurahan Tanjung Baru Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung yang mepet rumah warga, Rabu, 16 Juni 2021.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Jalan Perwira II LK III RT.001 Kelurahan Tanjungbaru, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, menolak pembangunan tower menara telekomunikasi atau Base Transceiver Sistem (BTS) sebagai sarana komunikasi dan informatika. Adanya pembangunan tersebut meresahkan warga sekitar karena sangat dekat dengan pemukiman.

Menara BTS merupakan struktur telekomunikasi yang menyediakan komunikasi nirkabel antara alat komunikasi (telepon,modem, telepon selular) dan jaringan operator dan memancarkan sinyal elektromagnetik/radio frekuensi rendah. Seharusnya pembangunan Tower BTS sudah diatur dengan sangat spesifik dalam Peraturan Pemerintah (mengikuti tatalaksana WHO), di mana area menara BTS memiliki jarak dari pemukiman atau bangunan tempat aktivitas manusia.

Mekanisme dan tata cara pengaturan pembangunan menara telekomunikasi terdapat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi

Pembangun menara BTS wajib mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tinggi menara yang berukuran kurang dari 45 meter misalnya memiliki standar jarak aman menara BTS dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak sepuluh meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri.

Bangunan menara BTS memenuhi level batas radiasi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 4,5 watt/meter persegi untuk perangkat/menara yang menggunakan frekuensi 900 Mhz dan 9 watt/meter persegi untuk menara/perangkat yang menggunakan frekuensi 1.800 Mhz.

Salah satu warga Tanjung Baru yang rumahnya berdekatan dengan Tower BTS, Budi Hartanto menceritakan bahwa warga menginginkan pembangunan tersebut dihentikan karena tidak memiliki izin dan sangat membahayakan warga sekitar. Apalagi pembangunannya sangat dekat sekali dengan rumah-rumah warga.

"Kami warga ramai-ramai datang ke sini agar pembangunan tower dihentikan," katanya, Rabu, 16 Juni 2021.

Kemudian ia menceritakan waktu tahun 2014 kemarin juga ada dugaan pemalsuan data warga sekitar lokasi untuk perizinan tersebut. Kemudian pernah diungkap dan dimediasi oleh Pemkot Bandar Lampung untuk diberhentikan pembangunannya. Namun ternyata saat ini dilanjutkan kembali.

"Warga jelas menolak, apalagi beberapa waktu lalu pernah terjadi kebakaran besar dan merembet kerumah sekitarnya. Kami juga takut bahaya dampak lainnya," katanya.

Sementara itu di lokasi yang sama, PIC PT Adyawinsa mitra PT Inti Bangun Sejahtera (IBS), Dedi Ritonga mengatakan bahwa mendengar aspirasi warga maka pihaknya memberhentikan kegiatan pekerjaan pembangunan Tower BTS milik PT. Inti Bangun Sejahtera.

"Kami mengikuti keinginan warga. Nanti kami juga akan sampaikan kepada atasan kami," katanya.

Selanjutnya untuk mengindari sesuatu yang tidak diingkan, maka warga dan PIC PT. Adyawinsa diarahkan untuk musyawarah Kantor Kelurahan Tanjungbaru Kecamatan Kedamaian untuk membuat pernyataan/kesepakatan agar menghentikan kegiatan pekerjaan pembangunan Tower BTS tersebut.

Winarko







Berita Terkait



Komentar