#pembangunanjembatan#beritapringsewu

Warga Tanjunganom Tasyakuran Jembatan Way Tebu II

( kata)
Warga Tanjunganom Tasyakuran Jembatan Way Tebu II
Peresmian jembatan Way Tebu II di Pekon Tanjunganom. Lampost.co/Widodo

Pringsewu (Lampost.co): Dambaan memiliki jembatan permanen yang ditunggu-tunggu masyarakat Pekon Tanjunganom, Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pagelaran, Pringsewu selama puluhan tahun kini terwujud.

Jembatan Way Tebu II dengan panjang 50 m dan lebar 7 m menelan biaya Rp6,449 miliar, kini sudah bisa dinikmati warga setempat. Jembatan tersebut menghubungkan dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pagelaran.

Pembangunan jembatan yang dimulai pada 2016 dengan diawal peletakan batu pertama oleh Bupati Pringsewu Sujadi setelah sekitar empat tahun sudah bisa dinikmati masyarakat.

Peresmian yang langsung dilakukan oleh Bupati Sujadi, Sabtu, 4 Januari 2020, pagi, dihadiri sejumlah pejabat dan muspida, Wakapolres Pringsewu Komisaris Pol. Misbahuddin, Camat Ambarawa Sutikno, Kapolsek Pringsewu Kota Komisaris Pol. Basuki Ismanto, Kapekon Tanjunganom Muhidin, babinsa dan bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.

Sujadi mengatakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan dilakukan sudah cukup lama yaitu sejak 2016 yaitu Jembatan Way Tebu II di Tanjunganom dan jembatan di Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo.

"Maunya sih langsung jadi pada tahun itu juga, tetapi karena keterbatasan anggaran, sehingga pembangunan dilakukan bertahap," ujar Bupati.

Ada tiga alasan jembatan Way Tebu II di selesaikan terlebih dahulu Pertama, karena jembatan ini merupakan penghubung dua kecamatan yaitu Kecamatan Ambarawa dengan Pagelaran. Alasan kedua, karena di Pekon Fajaragung Barat, Kecamatan Pringsewu yang tidak jauh dari jembatan Way Tebu II, terdapat fasilitas publik yakni RSUD Pringsewu, sehingga dengan di selesaikannya jembatan akan mempermudah akses transportasi warga yang akan berobat ke RSUD.

Kemudian alasan ketiga adalah untuk menghubungkan Kecamatan Ambarawa dengan jalan nasional yang menjadi penghubung Provinsi Lampung dan Bengkulu. "Itulah tiga alasan strategis sehingga pemerintah mempercepat penyelesaian jembatan Way Tebu II," katanya.

Bupati berharap pembangunan jembatan di Pekon Mataram bisa diselesaikan di 2020.

Bupati menyatakan Pekon Tanjunganom mempunyai potensi yang sangat besar, baik pertanian, perkebunan, dan sebagainya. "Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan jembatan dengan optimal, sehingga bisa mempercepat kesejahteraan rakyat. Selain itu warga juga harus memelihara dan menjaga agar jembatan tetap dalam kondisi baik," kata dia.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu Andi Purwanto mengatakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada 2019 telah melaksanakan pembangunan jembatan permanen Tanjunganom menggantikan jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Way Tebu, Pekon Tanjunganom.

Dia menambahkan pembangunan ini dilaksanakan selama dua tahap, tahap pertama pada 2016 menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2016 meliputi struktur bagian bawah dengan biaya Rp2.474.625.000 dan tahap kedua pada 2019 meliputi struktur bagian atas jembatan.

Jembatan permanen yang dibangun merupakan jembatan dengan tipe konstruksi rangka baja. Jembatan Tanjunganom dibangun menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp6.449.133.044.

Peresmian jembatan yang dilakukan warga dengan menggelar istigasah dilokasi jembatan dan akan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dalang Ki Lisus dari Kampung Payungdadi, Kecamatan Pubiyan, Lampung Tengah.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar