#banjir#cuacaekstrem

Warga Tanggamus Keluhkan Banjir Akibat Tanggul Jebol

( kata)
Warga Tanggamus Keluhkan Banjir Akibat Tanggul Jebol
Sekkab Tanggamus, Hamid H. Lubis, meninjau tebing penahan banjir di DAS Way Sedayu yang jebol saat banjir beberapa waktu lalu. Dok Pemkab


Kotaagung (Lampost.co) -- Warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka, Tanggamus, kecewa dengan kinerja pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir yang menerjang ratusan rumah. Warga menilai banjir besar datang akibat tanggul tak kuat menahan air lalu jebol.

Wawan Setiawan, salah satu warga Pekon Sukaraja, mengatakan banjir besar sudah dua kali datang sepanjang 2021. Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir makin parah akibat tanggul di aliran Way Sedayu jebol.

"Harapan kami itu tanggul permanen (beton), karena itu dua kali jebol. Tanggul itu cuma dari tanah yang dipadatkan dan tidak ada bronjongnya," kata Wawan, Senin, 6 September 2021.

Menurut Wawan, pembuatan tebing penahan banjir dari padatan tanah tidak dapat mampu menahan terjangan aliran Sungai Sedayu saat musim hujan.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Tanggamus, Dwi Nopianto, mengatakan, pemerintah daerah menganggarkan Rp400 juta untuk pembuatan tanggul penahan banjir dari bronjong batu sepanjang 200 meter di Way Sedayu pada 2021. Tapi, itu belum cukup.

"Dengan adanya banjir kemarin, kami juga akan mengubah desain. Kami akan mengusulkan anggaran Rp1,4 miliar pada 2022," katanya.

Dia mengaku, Pemkab mengalami keterbatasan anggaran untuk membangun tanggul penahan banjir dari beton.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar