#tnbbs#konflikgajah#beritalambar

Warga Suoh Diminta Waspada Antisipasi Kawanan Gajah Berpencar

( kata)
Warga Suoh Diminta Waspada Antisipasi Kawanan Gajah Berpencar
Pergerakan gajah terpantau radar. Foto: Dok/TNBBS

Liwa (Lampost.co): Poisisi 12 ekor gajah liar di kawasan TNBBS Resort Suoh pada Senin, 3 Agustus 2020, terpantau telah bergeser hingga 200 meter dari lokasi val batas semula yaitu telah menjadi hingga 1,7 km dari lokasi sebelumnya.

Kendati demikian, kata kepala UPT TNBBS wilayah II Resort Suoh, Sulki, pihaknya meminta agar masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada. Sebab gajah itu bergerak pada malam hari. 

Selain itu, dari 12 ekor gajah itu yang dipasang alat GPS hanya satu ekor saja, sehingga 11 ekor lainya dikhawatirkan ada yang berpencar ketika malam hari.

Sulki mengatakan untuk mengantisipasi agar pergerakan gajah itu tidak mendekati perbatasan apalagi memasuki kawasan warga, pihaknya masih melakukan blokade dan terus memantau pergerakan gajah melalui GPS yang telah dipasang pada satu ekor gajah. Hal itu dilakukan karena posisi gajah masih berada di dalam kawasan.

"Kami mengimbau agar masyarakat untuk mengurangi kegiatan dalam lahan garapan khususnya yang lokasinya naik mengarah gunung," ujar dia, Senin, 3 Agustus 2020.

Sementara itu, Hadi Susanto selaku tokoh masyarakat Suoh yang aktif di organisasi RAPI sekaligus sebagai kaur umum Pekon Sedorejo, mengaku jika masyarakat saat ini masih tenang. Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, sebab keberadaan gajah itu aktifnya adalah di malam hari. 

Kemudian khusus warga yang memiliki lahan garapan di sekitar atas Kali Bening mengarah perbatasan TNBBS juga sudah diimbau untuk mengurangi aktivitasnya di lahan garapanya itu dalam rangka menghindari gajah.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar