#KONFLIKGAJAH

Warga Suoh di Lambar akan Diberi Bantuan Pakan Gajah

( kata)
Warga Suoh di Lambar akan Diberi Bantuan Pakan Gajah
Dialog masyarakat dengan ketua Komisi IV DPR RI terkait konflik gajah di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh. Foto: Istimewa


Liwa (Lampost.co) -- Dalam rangka menangani konflik gajah dengan manusia di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin berjanji akan memberikan bantuan logistik dan lima paket bantuan tanaman untuk pakan gajah.

Lima paket bantuan pakan gajah senilai Rp250 juta itu akan ditanam di perbatasan kawasan dengan lahan marga di dua kecamatan yang berkonflik dengan satwa itu. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka dialog dengan masyarakat yang berkonflik dengan gajah dari dua kecamatan di gedung sekolah kopi Pekon Sukajaya, Sumberjaya, Lambar, Jumat, 17 September 2021.

Dalam dialog yang dihadiri Bupati Lambar Parosil Mabsus, ketua DPRD Lambar dan Forkopimda itu, ia menyatakan akan memberikan bantuan berupa 5000 ikan kaleng dan 5000 butir telur untuk Satgas yang menangani konflik gajah tersebut. Selain itu, ia juga akan memberikan bantuan lima paket tanaman untuk pakan gajah dengan harga per paket senilai Rp50 juta.

Bantuan paket tanaman tersebut akan ditanam disetiap perbatasan antara pemukiman warga dengan TNBBS. Tujuannya adalah agar kawanan gajah itu tidak lagi memasuki lahan dan permukiman warga seperti yang sering terjadi selama ini.

"Selain membantu logistik bagi Satgas penanganan konflik gajah, saya juga akan memberikan bantuan lima paket tanaman pakan gajah dengan total dana bantuan paket pakan gajah yakni Rp250 juta," kata Sudin.

Baca juga: Parosil Minta Bantuan ke Kementerian dan DPR RI untuk Atasi Konflik Gajah

Selain memberikan lima paket bantuan pakan gajah itu, untuk meningkatkan program sekolah kopi in ia juga berjanji akan memberikan bantuan alat pengolahan kopi untuk melengkapi fasilitas gedung sekolah kopi yang belum tersedia. Pihaknya lanjut dia, juga akan memberikan bantuan alat pengolahan kopi yang canggih yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran di sekolah kopi ini.

Sementara itu, bupati Lambar Parosil Mabsus, menyampaikan konflik antara masyarakat dengan gajah di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh ini telah terjadi bertahun-tahun. Selama ini belum ada bentuk penanganan yang permanen sehingga permasalahan tersebut terus terjadi secara berkepanjangan.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama Forkopimda bersama lintas terkait melakukan rembuk dan berkoordinasi dengan Gubernur Lampung dan Dinas terkait di Provinsi Lampung untuk penanganan konflik sesuai dengan SK Gubernur Nomor : G/459/V.23/HK/2017 tentang pembentukan tim koordinasi penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar Provinsi Lampung. Selain itu, berkoordinasi dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar permasalahan konflik ini dapat diselesaikan dengan cara komprehensif.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar