#polusiudara#lingkungan#beritalamsel

Warga Sukamulya Keluhkan Bau Busuk dari Kandang Ternak Ayam

( kata)
Warga Sukamulya Keluhkan Bau Busuk dari Kandang Ternak Ayam
Ternak ayam petelur di Dusun V Kuningan, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sejumlah warga Dusun V Kuningan, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan bau tak sedap yang ditimbulkan diduga dari kandang ternak ayam petelur di lingkungan masyarakat setempat.

Masyarakat khawatir keberadaan ternak ayam petelur itu dapat menyebabkan lingkungan masyarakat menjadi tidak sehat.

Menurut keterangan salah satu warga Dusun V Kuningan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan keberadaan kandang ayam petelur menjadi dikeluhkan warga setempat. Sebab, sejak adanya ternak ayam petelur itu kerap menimbulkan bau busuk yang menyegat.

"Selama dau pekan ini memang sering hujan. Akibatnya bau tak sedap ini menyebar dilingkungan warga, ada lalat juga. Bau tak sedap dan lalat itu diduga berasal dari kotoron ayam petelur itu," kata dia, Jumat, 27 Maret 2020.

Kepala Dusun V Kuningan Saprizal membenarkan adanya keluhan dari masyarakat dusun setempat. Dia mengatakan kandang ternak ayam petelur itu menempati sebuah bekas pabrik padi yang merupakan milik salah satu warga setempat. 

"Sudah lama memang dikeluhkan warga. Namun, tidak ada yang berani yang mengadu langsung kepada pemilikinya. Bahkan, sudah ada perwakilan masyarakat yang datang langsung menghadap ke kepala desa," kata dia.

Saprizal mengatakan dirinya memperkirakan kandang ayam petelur tersebut memiliki kapasitas sekitar 3.000 ekor. Selain itu, kandang ternak ayam petelur itu ditengarai  memiliki izin dari pihak Pemerintah Desa.

"Dulunya hanya ada izin lingkungan kepada beberapa warga sekitar kandang saja. Itu pun hanya izin saat uji coba ternak tersebut. Namun, sampai saat ini dengan jumlah kapasitas tambah banyak, dan sudah berjalan dua tahun ini belum ada kejelasannya,” kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi membenarkan bahwa kandang ayam petelur tersebut belum memiliki izin dari desa. Dia mengaku pihaknya juga sudah menerima keluhan wargannya tersebut dan sudah ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kecamatan Palas.

"Kira-kira sudah berjalan tiga tahun ini, dan memang belum ada izinnya. Kami juga sudah menerima laporan dari warga dan sudah diselesaikan bersama tim kecamatan," kata dia. 

Terpisah, Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dan pengecekan terhadap ternak ayam tersebut. Dimana, hasil monitoring itu pemiliknya menyatakan siap untuk menutup usaha tersebut. 

"Kami sudah turunkan tim dari Kecamatan, UPTD Puskesmas Palas, Peternakan dan Babinsa. Dimana, si pemilik siap melakukan petunjuk dari kesehatan. Dan kalaupun tetap tidak dapat menghilangkan bau yang dikeluhkan masyarakat dia siap untuk menghentikan usahanya. Tapi, minta waktu sampai masa produksi ayamnya habis," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar