#Demo#Limbah-Pabrik#Lingkungan

Warga Sukabanjar Protes Paparan Debu Limbah Pabrik

( kata)
Warga Sukabanjar Protes Paparan Debu Limbah Pabrik
Warga Dusun Katibung, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, demo tuntut PT Woongsol beroperasi, karena timbulkan polusi. (Foto: Lampost.co /Perdhana)

Kalianda (Lampost.co) -- Ratusan warga Dusun Katibung, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, berunjuk rasa, Senin 11 November 2019. Mereka menuntut PT Woongsol berhenti beroperasi.

Ratusan kepala keluarga di dusun sekitar area beroperasinya perusahaan tersebut berdemonstrasi lantaran mengeluhkan debu limbah pabrik dari perusahaan pengelolaan sabut kelapa PT Woongsol.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, ratusan warga Dusun Katibung berunjukrasa dengan membawa poster tuntutannya. Mereka mendatangi perusahaan milik warga negara Korea Selatan itu sejak pagi.

Mereka menuntut perusahaan cocofeed berhenti beroperasi terlebih dahulu sebelum tuntutan terpenuhi. Sejak dua bulan silam, warga Dusun Katibung terpapar debu dari sabut kelapa yang berterbangan hingga ke pemukiman.

Warga beralasan, jika tetap beroperasi, persoalan polusi udara yang disebabkan perusahaan pengolahan sabut kelapa, maka kesehatan pernapasan warga setempat akan terganggu.

"Tuntutan kami perusahaan harus tutup dahulu," kata Hasan (36) salah seorang warga setempat.

Selama penutupan atau tidak beroperasi, perusahaan pengolahan sabut kelapa harus mengatasi persoalan debu yang dikeluhkan warga. "Setelah semua selesai, silahkan jika ingin beroperasi kembali," ujarnya.

Kepala Desa Sukabanjar, Asikin mengatakan sejak pagi warga sudah berkumpul akan lakukan aksi damai tuntut perusahaan pengelola sabut kelapa. "Kami terdiri dari perwakilan masyarakat, sedang lakukan pertemuan dengan pimpinan perusahaan," kata dia.

Aksi damai warga tersebut dapat pengawalan dari Jajaran Polres Lampung Selatan di pintu gerbang masuk PT Woongsol.

Abdul Gafur

Berita Terkait

Komentar