#internasional#beritainternasional

Warga Sri Lanka Antre BBM Hingga 4 Hari

( kata)
Warga Sri Lanka Antre BBM Hingga 4 Hari
Warga mengantre membeli BBM di sebuah SPBU di Kolombo, Sri Lanka, 26 Juni 2022. AFP


Kolombo (Lampost.co) -- Pasukan Sri Lanka memberikan token kepada orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan bensin di tengah kekurangan bahan bakar. Sementara sekolah tutup di Kolombo dan pegawai negeri diminta untuk bekerja dari rumah. 

Dengan cadangan devisa berada di level rekor terendah, pulau berpenduduk 22 juta itu berjuang untuk membayar impor penting makanan, obat-obatan dan yang paling kritis, bahan bakar. 

"Saya mengantre selama empat hari. Saya belum tidur atau makan dengan benar selama ini," kata pengemudi becak WD Shelton (67), salah satu penerima token, dilansir dari Malay Mail, Senin, 27 Juni 2022. 

Baca juga: Kita bukan Sri Lanka

"Kami tidak bisa mencari nafkah. Kami tidak bisa memberi makan keluarga kami," tambahnya. 

Ia mengantre di sebuah pompa bensin di pusat Kolombo. Meski demikian, Shelton mengatakan ia tetap di Kolombo karena tidak punya bensin untuk perjalanan ke rumahnya hanya lima kilometer jauhnya. 

Belum jelas seberapa jauh pemerintah dapat meregangkan cadangan bahan bakarnya. Namun, Menteri Tenaga dan Energi Kanchana Wijesekera mengatakan stok mencapai sekitar 9.000 tom solar dan 6.000 ton bensin. 

Pemerintah meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sementara sekolah ditutup selama seminggu di ibu kota komersial Kolombo dan sekitarnya. 

Antrian SPBU meningkat pesat sejak pekan lalu. "Ini adalah tragedi, kami tidak tahu di mana ini akan berakhir," kata Shelton. 

Angkutan umum, pembangkit listrik dan layanan medis akan mendapatkan prioritas dalam distribusi bahan bakar, dengan beberapa dijatah ke pelabuhan dan bandara. 

Sebuah tim dari Dana Moneter Internasional (IMF) mengunjungi Sri Lanka untuk mengadakan pembicaraan tentang paket dana talangan USD3 miliar. Namun, tidak mungkin paket itu segera tersedia.

 

 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar