#BERITALAMPUNG#HUTLAMPUNG#BAKAUHENI

Warga akan Dilibatkan dalam Proyek Bakauheni Harbour City

( kata)
Warga akan Dilibatkan dalam Proyek Bakauheni Harbour City
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat ditemui di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu, 17 Maret 2021. (Foto: Lampost.co/Triyadi Isworo_


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan Pariwisata Terpadu Bakauheni Harbour City memerlukan kerja sama aktif semua pihak, termasuk warga sekitar. Sebab di sekitar kawasan tersebut ada beberapa lahan milik warga dan pengusaha Lampung yang bisa dikelola bersama. Misal, lahan pengusaha bisa disulap menjadi tempat wisata pendukung, seperti hotel dan lapangan golf.

"Warga setempat juga bisa diberdayakan membatu pembangunan proyek. Jangan sampai masyarakat sekitar jadi penonton, tetapi ikut terlibat. Kami juga siapkan tenaga kerja dari lokal," kata Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, di Mahan Agung, Rabu, 17 Maret 2021.

Arinal berharap pembangunan itu berdampak positif bagi masyarakat Lampung. Warga lokal di kawasan proyek tersebut harus dilibatkan dalam pembangunan, penyerapan tenaga kerja, pengembangan UMKM, pangan, kuliner, dan sebagainya perlu dioptimalkan selama proyek itu dibangun. Dengan demikian, jangan sampai terjadi saat wisatawan banyak berdatangan, Lampung tidak dapat apa-apa.

Gubernur juga menyatakan semua pihak bersinergi mewujudkan percepatan pembangunan Pariwisata Terpadu Bakauheni Harbour City pada 2022. Bahkan, pemerintah pusat juga serius menggarap destinasi tersebut. Menurutnya, rencana pembangunan Bakauheni Harbour City pada tahap pertama dilakukan tahun ini dengan membangun Menara Siger sebagai kawasan budaya, Masjid Bakauheni, Theme Park oleh Jatim Park Grup.

Hingga kini, pekerjaan pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni mulai tersusun. Diantaranya, Visioning Masterplan Kawasan dan Feasibility Study (FS) oleh konsultan PT. Aecom Indonesia, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Detail Masterplan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni oleh PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dengan Pemerintah Provinsi Lampung termasuk PT. Hutama Karya (HK) dan PT. Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC). Kemudian, dilakukan pula upaya percepatan pembentukan Joint Venture Company sebagai pengelola Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni 

Arinal juga menjelaskan pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni karena menangkap nilai dan manfaat (value capture) dari keterbukaan aksesibilitas dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera, Dermaga Eksekutif Bakauheni dan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional. Kemudian, mengintegrasikan lahan milik Pemerintah Provinsi Lampung, ASDP dan Hutama Karya seluas 251,05 Ha di wilayah Bakauheni (bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Krakatau dan sekitarnya). 

Di sisi lain, rencana pengajuan tahap awal estimasi pembiayaan Bakauheni Harbour City mencapai total nilai Rp2,98 triliun. Adapun perincian anggaran tersebut yakni Rp2,45 triliun dari total APBD KemenPUPR, Rp86,6 miliar dari PT. PLN, dan total konsorsium Rp440 miliar. 

"Pembangunan dilakukan secara bertahap untuk mendukung suksesi pariwisata di Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan infrastrukturnya," ujar gubernur. 

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengatakan pihaknya terus melakukan pembahasan pemanfaatan pembangunan kawasan terintegrasi pariwisata bakauheni (Bakauheni Harbour City) untuk wisata ekonomi. Kawasan tersebut sangat strategis karena sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Provinsi Lampung. "Pengembangan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni Harbour City terus dipercepat. Dikawasan tersebut nantinya akan ada kawasan wisata lengkap dengan fasilitas hotel, dan lain sebagainya," kata Fahrizal.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar