#Keamanan#Siskamling#Ronda

Warga Rejosari Rajin Ronda Dapat Hadiah dari Kades

( kata)
Warga Rejosari Rajin Ronda Dapat Hadiah dari Kades
Merespon pembakaran Polsek Candipuro, Kecamatan Natar serentak sosialisasi kemanan dan ketertiban desa. (Foto: Febi Herumanika/Lampost.co)


Kalianda (Lampost.co) -- Kepala Desa Rejosari, Kabpaten Lampung Selatan, Teguh Maulana siap membentuk tim pengamanan desa. Bahkan ia menyiapkan hadiah bagi warga yang rajin berpartisipasi.

"Soal hadiah bagi yang rajin ronda itu mudah saja nanti akan saya beri hadiah, tapi harus sepakat dan semangat melakukannya ronda," kata Teguh kepada Lampost.co, Minggu, 30 Mei 2021.

Ia mengatakan, siskamling memang sudah sejak lama diadakan dan hasilnya cukup bagus. Menurutnya  kejahatan yang ada di desanya pun bisa diantisipasi melalui kegiatan ini.

Insiden pembakaran Polsek Candipuro, di kabupaten setempat beberapa pekan lalu membuat sebagian kecamatan lain mengantisipasi hal serupa. Salah satu kecamatan yang sigap membentuk tim pengaman desa adalah Natar.

Tim kecamatan hingga hari ke-4 sejak dimulainya sosialisasi awal pekan kemarin sudah melakukan  sosialisasi di 12 desa dari 26 desa secara keseluruhan. Usulan dari masyarakat rata-rata meminta pemerintah menggiatkan sisi kamling sebagus unjung tombak kemanan di masing-masing desa.

Sementara Kepala Desa Tanjungsari, Robangi menyatakan desanya termasuk salah satu desa yang paling luas di Kecamatan Natar. Dengan pembentukan tim khusus maka kemanan desa dapat secara bersama0sama dapat dijaga.

"Kami harus bergerak bersama masyarakat. Harus secara bersama mengamankan desa ini. Kalau ada persoalan atau permasalahan kordinasi dengan penegak hukum terutama Babinsa dan Babinkamtibmas kita mediasi," kata Robangi.

Menurutnya kejahatan datang karena ada kesempatan, untuk itu jangan beri kesempatan bagi kejahatan masuk ke desa ini. Kalau masyarakat kompak yakin saja semua bisa dilalui dan Tanjungsari tetap aman seperti sekarang.

Sekretaris Camat Natar, Gustina Aryani menerangkan pesan langsung dari Bupati dan Kapolres bahwasanya masyarakat menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Penyelesainnya harus dengan rembuk pekon atau musyawarah jangan mengedepankan tindakan melawan hukum atau anarkis.

"Kami dari kecamatan perpanjangan tangan dari Bupati dan Pak Kapolres, mereka berpesan hendaknya setiap desa ada satgas kemanan, mengedepankan musyawarah, jika ada persoalan jangan lagi ada aksi anarkis," katanya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar