#putingbeliung

Warga Pulau Pasaran Berlarian Saat Angin Puting Beliung Datang

( kata)
Warga Pulau Pasaran Berlarian Saat Angin Puting Beliung Datang
Amidah, warga Pulau Pasaran.Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebelum angin puting beliung menerjang beberapa tempat di Pulau Pasaran, Senin, 1 Juli 2020, sekitar pukul 14.30, warga terlebih dahulu menyelamatkan diri. Beberapa warga di ujung Pulau Pasaran, tempat sentra pengolahan ikan asin tersebut, berusaha menghindari angin puting beliung.

Beberapa warga yang sedang memilah ikan asin di jemuran, pun hampir menjadi korban keganasan angin tersebut. "Jadi pas hujan, angin kencang, terus bunyi begitu, kami pada takut. Orang yang lagi milihin ikan lari, saya masuk ke rumah ngecek anak-anak," ujar Amidah, warga Pulau Pasaran.

Selain angin berputar, Amidah pun sempat melihat ombak setinggi dua meter, naik ke permukaan Pulau Pasaran akibat angin tersebut. "Ombaknya gede dari angin," katanya.

Berita terkait: Diterjang Puting Beliung, Rumah Warga Pulau Pasaran Rata dengan Tanah

Ketika warga sibuk menyelamatkan diri masing-masing, terdengar suara seperti bangunan yang ambruk. Ternyata, rumah tetangga Amidah, milik Jamal yang rata akibat tersapu puting beliung.

"Sempat dengar suara brak, pas lihat rumah Jamal. Kalau rumah saya beberapa gentingnya saja copot kena angin," katanya.

Diberitakan sebelumnya, nasib malang dialami Jamaludin (33), warga Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur. Rumah semipermanen miliknya runtuh diterjang angin puting beliung, pada Senin, 1 juli 2020, sekitar pukul 14.30, ketika hujan turun deras dan angin berhembus kencang.

Pemantauan Lampost.co, bangunan rumah Jamal yang berada di ujung Pulau Pasaran berdiri di atas permukaan laut. Kini hanya tersisa puing-puing papan dan beberapa perabotan yang bisa diselamatkan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar