#cuaca#gelombang

Warga Pesisir Lamsel Panik Air Laut Naik ke Daratan

( kata)
Warga Pesisir Lamsel Panik Air Laut Naik ke Daratan
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Dulkahar, saat mengecek lokasi di Desa Maja, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin, 6 Desember 2021. Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Cuaca ekstrem yang mengakibatkan air laut pasang disertai angin kencang terjadi di sepanjang perairan pesisir Lampung Selatan, Senin, 6 Desember 2021, malam. Warga sempat panik karena air laut naik hingga ke badan jalan dan rumah warga.

Berdasarkan pantauan lampost.co, air laut pasang terjadi di sejumlah wilayah seperti di Dermaga Bom Desa Maja, Kecamatan Kalianda; sepanjang Pantai Pesisir, Kecamatan Rajabasa; dan Pantai Suak, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Baca juga: BMKG Warning Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Perairan Lampung

Gelombang laut setinggi 1 hingga 1,6 meter itu naik ke daratan hingga ke badan jalan pesisir Kecamatan Rajabasa. Sementara di Dermaga Bom Kalianda, air laut naik hingga masuk ke pemukiman warga. Lalu di Pantai Suak, Kecamatan Sidomulyo, walau tidak sampai ke pemukiman warga namun merusak sejumlah fasilitas wisata.

Halimi (49), salah satu warga Kalianda mengatakan, gelombang laut tinggi yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

"Air laut naik ke pemukiman warga hingga sebatas betis orang dewasa, sempat membuat panik warga karena dikhawatirkan akan terjadi gelombang yang lebih tinggi. Tapi beruntung tidak berlangsung lama, mulai normal kembali sekitar pukul 22.00 WIB," katanya kepada lampost.co.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Dulkahar mengatakan, peristiwa pasang laut itu merupakan siklus tahunan, di mana pada akhir tahun biasanya terjadi air pasang laut yang cukup tinggi.

"Siklus ini biasanya terjadi pada akhir tahun, jadi memang gelombang cukup tinggi," kata dia.

Dulkahar meminta warga pesisir pantai tetap tenang, namun selalu waspada. "Kami harap masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik dengan kondisi ini, terutama nelayan perhatikan faktor cuaca," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar