#viruscorona#wabahcorona#beritapesibar

Warga Pesisir Barat Diimbau Jangan Panik Sikapi Kasus Covid-19 Naik Signifikan

( kata)
Warga Pesisir Barat Diimbau Jangan Panik Sikapi Kasus Covid-19 Naik Signifikan
Suasana puskesmas di Pesisir Barat yang lengang. Masyarakat di Pesisir Barat tetap beraktivitas secara wajar dan normal meskipun terjadi lonjakan signifikan Covid-19. Lampost.co/Yon Fisoma

Krui (Lampost.co): Pemkab Pesisir Barat mengimbau masyarakat tetap tenang meskipun terdapat penambahan positif Covid-19 yang naik signifikan di wilayah setempat. Pasalnya Dusun Pengekahan yang menjadi klaster Covid-19 merupakan salah satu wilayah yang sudah terpencil atau terpisah jauh dari pemukiman ramai penduduk.

Sekkab Pesisir Barat N Lingga Kusuma mengatakan 25 orang yang dinyatakan positif Covid-19 per 3 Agustus 2020 dari Pesisir Barat tersebut, tidak semuanya merupakan warga Peisisr Barat.

"Jadi gini, 25 itu (warga positif Covid-19), sebagian besar adalah penduduk luar bukan warga Pesisir Barat. Hanya enam warga Pesisir Barat, yaitu keluarganya dan karyawan di perusahaan itu. Semua orang yang terpapar itu sudah disolasi di Pulau Bule. Mudah-mudahan mereka bisa diatasi. Yang penting sekarang mereka sudah ditangani Dinas Kesehatan Provinsi. Tugas kita (pemkab) tinggal melakukan tracking siapa warga kita yang berhubungan dengan mereka (positif Covid-19)," kata Lingga.

Ia meminta masyarakat Pesisir Barat tidak panik. Menurutnya lokasi perusahaan tempat ditemukannya  orang yang positif Covid-19 tersebut secara alami merupakan daerah terpencil atau terisolasi.

Baca juga: 38 Orang di Pesisir Barat Terkonfirmasi Positif Covid-19 dalam 3 Hari

"Jangan panik itu kan di daerah terpencil. Daerah enclave yang dikelililingi taman nasional. Secara alamiah mereka sudah terisolasi, tinggal kita mengantisipasi. Kami sudah sampaikan kepada para pimpinan wilayah ditempat itu peratin (kepala desa) dan camat untuk menunda atau mengurangi proses mobilisasi (aktivitas) warga. Orang dari Pengekahan jangan dulu keluar selama dua minggu dan orang dari luar Pengekahan jangan dulu masuk Pengekahan," kata Lingga.

Dusun Pengekahan merupakan bagian dari wilayah Pekon Wayharu, Kecamatan Bangkunat. Wilayah mukim itu terpisah jauh dari pemukiman lainnya. Pengekahan berada dalam satu lokasi berdempetan atau bahkan dapat dikatakan menyatu dengan lokasi perusahaan dimana dari tempat itu para warga positif Covid-19 ditemukan. 

Dari Pekon Wayharu sendiri mencapai Dusun Pengekahan membutuhkan waktu berjalan kaki sekitar enam jam melewati hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Keluar masuk wilayah itu akses jalannya sangat minim. Ada juga alternatif perjalanan laut menggunakan perahu motor yaitu dari Pelabuhan Kutajawa, Kecamatan Bangkunat untuk sampai ke Dusun Pengekahan membutuhkan waktu perjalanan lewat jalur laut sekitar 3-4 jam.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar