#bawaslu#parpol#pemilu

Warga Pesibar Diminta Cek Sipol demi Hindari Pencatutan Parpol

( kata)
Warga Pesibar Diminta Cek Sipol demi Hindari Pencatutan Parpol
Komisoner Bawaslu Pesibar, Abd Kodrat (kiri). Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menilai kesadaran warga untuk mengecek Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih rendah. Padahal, pengecekan itu penting dilakukan guna menghindari pencatutan data pribadi sebagai pengurus atau anggota salah satu partai politik (parpol). 

Komisioner Bawaslu Pesibar, Abd Kodrat mengimbau warga yang merasa tidak bergabung secara resmi dalam keanggotaan dan kepengurusan parpol tertentu agar segera mengecek Sipol.  

"Bawaslu membuka pengaduan untuk masyarakat yang masuk Sipol, tetapi merasa tidak pernah bergabung atau mendaftar masuk parpol," kata dia, Kamis, 1 September 2022. 

Baca: 47 Laporan Pencatutan Identitas oleh Parpol Diterima Bawaslu Lampung

 

Menurutnya, dengan banyaknya jumlah parpol, yakni berjumlah hingga 23 partai, maka potensi pencatutan atau salah input pun semakin besar. 

"Sebab itu kami membuka pengaduan," kata Kodrat. 

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya baru menerima satu pengaduan dari warga yang identitasnya tercatut Sipol. 

"Beberapa waktu lalu ada aduan dari seorang ASN PPPK. Namnya masuk dalam Sipol, dan itu sudah dilakukan perbaikan," kata dia. 

"Kalau memang hendak mendaftar menjadi penyelenggara pemilu dan kita ragu status kita terdaftar di Sipol atau tidak segera secara aktif melakukan pengecekan namanya pada halaman website infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik. Sebaiknya dibersihkan sebelum waktu perekrutan penyelenggara pemilu," kata dia.

Hal senada dikatakan Ketua KPU Pesibar, Marlini. Dia menghimbau agar masyarakat secara proaktif mengecek status mereka pada halaman website infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar