#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Warga Pertanyakan Proyek Pembangunan Pagar Makam Dua Desa di Natar

( kata)
Warga Pertanyakan Proyek Pembangunan Pagar Makam Dua Desa di Natar
Proyek pembangunan pagar TPU di Desa Merakbatin dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, tidak memasang papan pengumuman proyek, Jumat, 19 November 2021. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Merakbatin dan Desa Tanjungsari, kecamatan Natar, Lampung Selatan tidak memasang papan pengumuman proyek. Sejumlah warga mempertanyakan apakah pekerjaan itu dari dana desa ataukah bantuan dari luar negeri.

Selain tanpa papan pengumuman proyek, pekerja secara asal asalan memasang papan pengumuman yang berbeda dengan memakunya pada pohon besar di pinggir jalan.

Robby (40), warga yang melintas di lokasi pembangunan, mengatakan, hampir satu minggu lebih, tukang bekerja di TPU Desa Merakbatin. Namun, warga tidak melihat sepotong papan pengumuman.

"Sekarang era terbuka, anggaran proyek dari uang masyarakat itu harus dijelaskan kalau membangun. Terus terang saya yang lewat di sini bingung. Apa iya masyarakat sumbangan untuk membangun pagar makam? Kalau bukan hasil sumbangan  terus dari dana desakah atau bantuan dari luar negeri, berapa nilai anggarannya, panjang tinggi, lebar, dan perusahaan siapa,” ujarnya, Jumat, 19 November 2021.

Menurut dia, wajar jika warga mempertanyakan papan proyek karena masyarakat ingin tahu apa hasil proyek dengan anggaran seperti itu.

Hal senada disampaikan Suwadi (37). Menurutnya, proyek pengerjaan TPU di Desa Tanjungsari pun tidak ada papan nama hingga proyek hampir selesai. Padahal, menurut informasi, proyek tersebut milik Pemkab Lamsel.

" Masak iya Pemerintahan daerah mengajarkan hal yang tidak benar ke desa-desa setiap membangun tanpa papan pengumuman, " kata dia.

Menurut Suwadi, hampir setiap pekerjaan proyek tidak pernah memikirkan keselamatan kerja untuk para tukang. Bahkan, ada pekerja bangunan yang mengenakan sendal jepit.

" Pakai helem sesuai aturan yang dianjurkan, sepatu, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Malu sama masyarakat. Proyek ratusan juta bahkan miliaran kok digarap asal-asalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala UPT PUPR kecamatan Natar Sugiarto mempertanyakan lokasi proyek tanpa papan pengumuman tersebut. Bahkan, Sugiarto menyebut tidak ada konfirmasi ke UPT soal pekerjaan-pekerjaan tersebut sejauh ini.

“UPT belum ada info kegiatan di TPU. Nanti saya cari infomasinya dulu,” katanya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar