#Bencana#Banjir#Musim-Penghujan

Warga Perbatasan Bandar Lampung Gotong Royong Bersihkan Sungai

( kata)
Warga Perbatasan Bandar Lampung Gotong Royong Bersihkan Sungai
Camat Rajabasa, Kenedi Danial terjun langsung memimpin warga membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai. (Lampost.co/Muharram Candra Lugina)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Musim hujan dengan intensitas hujan lebat membuat saluran sungai yang berada di perbatasan Bandar Lampung dan Natar, Lampung Selatan, banyak dipenuhi sampah. Tumpukan sampah yang menghambat aliran air kerap membuat sebagian wilayah Madiun, Kecamatan Rajabasa Raya,  kebanjiran.

Untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut, warga kedua wilayah bergotong royong untuk membersihkannya, Kamis, 16 Januari 2020. Kegiatan tersebut dipimpin Camat Rajabasa Kenedi Danial dan Lurah Rajabasa Raya Sugih Agusta.

Camat Kenedi menyatakan kegiatan tersebut dilakuakn karena setiap hujan lebat sebagian wilayah yang berada di Kelurahan Rajabasa Raya mengalami banjir. Berdasarkan laporan warga, salah satu penyebab banjir tersebut dikarenakan adanya penyumbatan tepat di bawah jembatan yang menghubungkan wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan yang dipenuhi tumpukan sampah.

"Kami pun berinisiatif untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut agar aliran air bisa lancar. Kegiatan ini memang harus dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya banjir," katanya.

Dia menyebutkan tersumbatnya aliran sungai selain karena sampah juga disebabkan konstruksi jembatan yang dinilainya tidak memenuhi standar. Untuk itu, harus ada perbaikan jembatan karena di bawahnya terdapat dua tiang dari drum yang menghambat aliran air yang bercampur sampah. Kami juga mengimbau agar warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai," ujarnya.

Kenedi menambahkan aparatur pemerintahan hingga ketua RT di wilayahnya harus benar-benar memberikan pelayanan yang optimal bagi warganya. Oleh karena itu, para ketua RT pun dituntut untuk ikut serta dalam setiap kegiatan gotong royong.

"Kami adalah sebagai pelayan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, harus siap sedia untuk turun langsung dalam kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Hal itu juga sebagai bentuk dukungan atas program yang dicanangkan Pemkot Bandar Lampung," ujarnya.

Lurah Sugih Agusta menambahkan pihaknya akan mengajak pemerintah Desa Hajimena untuk duduk bersama untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Hal tersebut penting dilakukan mengingat sudah memasuki musim hujan.

"Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan kami sendiri, kan posisi jembatan juga berada di wilayah perbatasan. Kami berencana untuk berbicara dengan aparat Pemerintah Desa Hajimena untuk mencari jalan keluar yang tidak merugikan warga kedua wilayah," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar