#transparansi

Warga Penggawalima Ilir Pertanyakan Transparansi Pemilihan Peratin

( kata)
Warga Penggawalima Ilir Pertanyakan Transparansi Pemilihan Peratin
Transparansi Pemilihan peratin di Pekon Penggawalima Ilir, Kecamatan Way Krui, Pesisir Barat, yang diikuti dua calon dipertanyakan warga. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Masyarakat Pekon Penggawalima Ilir, Kecamatan Way Krui, Pesisir Barat, mempertanyakan transparansi pemilihan peratin (kepala desa) di pekon setempat. Pasalnya, hingga Jumat, 7 Februari 2020, masyarakat tidak mengetahui nama-nama daftar pemilih tetap (DPT) yang menjadi perwakilan untuk memberikan suara pada pemilihan peratin tersebut yang akan digelar di balai pekon setempat, Sabtu, 8 Februari 2020.

"Sampai hari ini saya tidak tahu siapa saja nama 42 orang perwakilan dari unsur tokoh mayarakat, tokoh adat, tokoh agama yang memiliki hak suara pada pemilihan besok. Harapan masyarakat agar panitia pemilihan peratin segera menerbitkan nama-nama ke-42 orang itu yang memiliki hak pilih. Siapa saja orang itu, kalau tokoh masyarakat apa benar ia tokoh masyarakat, kalau tokoh agama apa benar dia seorang tokoh agama, jadi masyarakat mengetahui siapa-siapa saja yang memiliki hak pilih," kata Jumiran (50) yang diamini Nuril (35), Man (36), dan Ruskan Efendi(40).

Mereka berharap jangan sampai ada opini di masyarakat kalau pemilihan peratin hanya sebatas formalitas. Meski sudah melalui semua prosedur, tapi sesungguhnya siapa yang akan menduduki jabatan peratin sudah ditetapkan namanya.

“Jika itu terjadi legitimasi kepemimpinan peratin yang menang akan lemah di hadapan masyarakat. Sebab, keterpilihannya bukan hasil dari pemilihan terbuka yang demokratis, jujur, dan adil tapi hasil rekayasa,” katanya.

Untuk diketahui pemilihan peratin di Pekon Penggawalima Ilir merupakan proses pergantian antarwaktu (PAW). Pemilihan peratin diikuti dua calon, yaitu Afrizal dan Khairul Asywar.

Menanggapi hal itu Kabid Pemerintahan dan Pemberdayaan Pekon Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Pesisir Barat, Iswandi, mengatakan pemilihan peratin PAW memang kewenangan pemerintah pekon dan tidak ada hubungan dengan pihaknya. "Untuk PAW memang mutlak hak desa, jadi tidak ada hubungan dengan kami. Nanti hasilnya disampaikan ke camat baru ke kami," kata Iswandi, Jumat, 7 Februari 2020.

Sementara Camat Way Krui, Jumli, saat dihubungi via telepon tidak mengangkat meski dalam kondisi aktif. Begitu juga SMS dan WhatsApp yang dikirim pun belum dibalas.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar