#LAMBAR

Warga Pekon Tuguratu Siaga Antisipasi Konflik dengan Gajah Liar

( kata)
Warga Pekon Tuguratu Siaga Antisipasi Konflik dengan Gajah Liar
Ilustrasi. Dok. Medcom.id


Liwa (Lampost.co) – Warga Pekon Tuguratu, Kecamatan Suoh, Lampung Barat kembali terusik oleh kawanan gajah liar. Rombongan gajah liar tersebut sejak Rabu, 25 Januari 2023, malam kembali mendekati permukiman warga di pemangku/dusun Pungkalan Barat 1, Pekon Tuguratu.

"Rombongan gajah liar itu pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB terpantau masih berkubang di perbatasan kawasan TNBBS dengan lahan masyarakat dengan radius sekitar 200 meter dari pemukiman penduduk," kata warga Pekon Tuguratu, Suhardianto yang aktif mengawasi pergerakan gajah liar di wilayah itu, Rabu, 25 Januari 2023.

Kemudian lanjut Suhardianto, beberapa jam setelah berkubang kawanan gajah itu bergeser sekitar 200 meter ke dalam kawasan. Siang ini sejak pukul 11.00 rombongan gajah itu terlihat tidur-tiduran.

Hasil pemantauan pihaknya, jumlah gajah didapati berkubang di perbatasan pemukiman pagi tadi ada 10 ekor dari 18 ekor yang ada. Sebanyak 8 ekor lainya tidak terlihat, mungkin sudah masuk ke dalam kawasan. "Kalau siang biasanya tidur, kemudian sore nanti mulai berkeliaran sampai pagi," kata dia.

Jika melihat situasinya saat ini dengan jarak sekitar 200 meter dari perbatasan itu, maka tidak menutup kemungkinan nanti malam gajah-gajah itu kembali bergeser mencari makanan dengan mendekati lahan marga yang memiliki tanaman.

Gajah-gajah itu kembali mendekati lahan warga kemungkinan stok makanan di dalam kawasan itu sudah tidak ada lagi.

Meskipun kawanan gajah liar itu telah mendekati peemukiman namun sampai saat ini belum ada upaya penggiringan. Upaya yang dilakukan sementara ini baru sebatas siaga dan blokade agar jangan sampai kawanan gajah liar itu masuk ke kawasan peemukiman.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk sementara jangan beraktivitas di sekitar kawasan Pungkalan untuk menghindari konflik dengan gajah liar tersebut.

Pihaknya juga berharap agar tim Satgas segera melakukan upaya penggiringan agar rombongan gajah liar tersebut segera masuk jauh ke dalam kawasan. Sampai saat ini, kata dia, sudah banyak tanaman pisang dan kelapa warga yang dimakan.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar