#ganja#penjara#hukum#beritalampung

Warga Panjang Pemilik Ganja Divonis 18 Tahun Penjara

( kata)
Warga Panjang Pemilik Ganja Divonis 18 Tahun Penjara
Bagus Ramadhan (30) warga Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung terdakwa pemilik narkoba jenis ganja menangis divonis selama 18 tahun penjara

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bagus Ramadhan (30) warga Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung terdakwa pemilik narkoba jenis ganja menangis divonis selama 18 tahun penjara di pengadilan negeri (PN) Tanjungkarang kelas 1A, Bandar Lampung.

Terdakwa terbukti dalam persidangan memiliki narkoba jenis daun ganja, seberat 19 kilogram dari terdakwa sebelumnya, Sahrul Arif Pulungan yang divonis 17 tahun penjara.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis tersebut dipimpin langsung oleh ketua majelis hakim, Hasmy, Jaksa Joni Trimardianto dan dihadiri terdakwa Bagus Ramadhan.

Sebelum memvonis terdakwa, hakim membacakan beberapa hal yang menjadi pertimbangannya, diantaranya hal yang memberatkan tebukti bersalah, tidak mendukung pemerintah memberantas narkoba,  dapat merusak generasi bangsa.

Sementara hal yang meringankan terdakwa, karena memiliki tanggungan, anak-istri, terdakwa berlaku sopan dan jujur dalam persidangan dan berjanji tidak mengulangi perbuatanya kembali.

Dalam amar putusannya,ketua maje lis hakim, Hasmy menyatakan bah wa terdakwa terbukti bersalah dan melanggar UU RI tentang narkotika sebagaimana diatur dalam 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 ta hun 2009 tentang narkotika.

"Terdakwa secara sah dan bersalah,  untuk itu menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara  dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara," kata Hasmy dalam amar putusan nya, Rabu, 27 November 2019.

Vonis dan hukuman yang dijatuhkan ketua majelis hakim terhadap terdakwa,  Bagus Ramadhan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Joni Trimardianto yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap terdakwa.

Terdakwa ditangkap polisi pada Sabtu 11 Mei 2019 pada saat terdakwa sedang melakukan transaksi narkoba jenis daun ganja dari terdakwa Sahrul Arif Pulungan di pinggir jalan Raya Natar, kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 19 kilogram. Terdakwa Sahrul Arif Pulungan telah divonis selama 17 tahun penjara.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar