#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Warga Palaspasemah di Lamsel Keluhkan Jembatan Bendungan Rusak

( kata)
Warga Palaspasemah di Lamsel Keluhkan Jembatan Bendungan Rusak
Petani melintasi jembatan bendungan Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin 31 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co)-- Warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan kondisi jembatan penyeberangan bendungan di desa setempat. Pasalnya, jembatan yang merupakan akses transportasi utama bagi petani itu kondisinya kembali rusak.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, jembatan penyeberangan itu memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 1,5 meter yang membentang di atas Bendungan Desa Palaspesemah. Saat ini kondisi jembatan mulai keropos. Bahkan, ada yang jebol.

Petani setempat, Arsan (51) mengatakan jembatan itu merupakan akses menuju lahan persawahan desa setempat. Namun, kondisi jembatan tersebut kembali rusak, seperti keropos, plat lantai jembatan terlepas, dan jebol.

"Sempat diperbaiki pada akhir Desember 2019. Tapi, sekarang kondisi kembali rusak. Plat besinya sudah keropos. Bahkan, ada yang jebol," kata dia, Senin 31 Januari 2021.

Arsan mengatakan kondisi jembatan tersebut membuat khawatir para petani setempat. Terlebih saat musim panen, jembatan tersebut cukup mengancam keselamatan petani dan buruh tani.

"Saat musim panen, jembatan itu sering dilintasi para jasa ojek padi untuk mengakut hasil panen. Jelas dengan kondisi ini sangat mengancam keselamatan petani dan buruh tani," ujarnya.

Baca juga: Kerap Makan Korban, Warga Desak Jembatan Waysulan Lamsel Diperbaiki

Hal senada diungkapkan Abdul Gofur (42), petani lainnya buruh tani asal desa setempat. Dia mengaku jika tidak segera diperbaiki, jembatan tersebut dapat membahayakan keselamatan petani. Sebab, saat musim panen jembatan tersebut menjadi jalur utama.

"Takut lantainya jebol, karena saat panen motor yang melintas bisa membawa beban 200 kilogram padi. Belum lagi saat musim hujan yang membuat jembatan jadi licin. Harapan kami jembatan ini bisa segera mendapat perbaikan dari pemerintah sebelum menelan korban,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Palaspasemah, Evan Rastriandana membenarkan jembatan tersebut kini memprihatinkan. Namun, keberadaan jembatan itu merupakan wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS).

"Kami akan koordinasikan ke Dinas PUPR. Nanti kami juga upayakan mengusulkan perbaikan ke BBWSMS. Ya, mudah-mudahan jembatan ini bisa di perbaiki," kata dia.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar