#Covid-19Indonesia#Vaksin

Warga Pakistan Buru Vaksin Covid-19 Rusia Seharga Rp1,1 Juta

( kata)
Warga Pakistan Buru Vaksin Covid-19 Rusia Seharga Rp1,1 Juta
Vaksin Sputnik V dari Rusia yang digunakan di klinik Karachi, Pakistan. Foto: AFP


Karachi (Lampost.co) -- Ribuan warga Pakistan bergegas untuk diinokulasi pada putaran pertama penjualan komersial vaksin Covid-19. Penjualan bebas itu dimulai pada akhir pekan.

Lokasi vaksinasi di selatan kota Karachi pada Minggu 4 April mengumumkan bahwa stok vaksin mereka sudah terjual habis.

Pakistan saat ini menawarkan vaksin gratis kepada petugas kesehatan garis depan dan orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, tetapi dorongannya sejauh ini lambat. Maret lalu tetangga India itu mengizinkan impor komersial oleh sektor swasta untuk masyarakat umum.

Penjualan komersial dari dua dosis vaksin Sputnik V yang dikembangkan Rusia kepada masyarakat umum, dibanderol sekitar 12.000 rupee Pakistan atau sekitar Rp1,1 juta.

Terlepas dari biayanya, sejumlah pusat yang menawarkan vaksin itu melaporkan antrian panjang, dengan beberapa pusat vaksinasi di Karachi memperlihatkan warga yang mengantre selama hampir tiga jam. Sebagian besar dalam antrian adalah anak muda Pakistan yang masih belum memenuhi syarat untuk vaksinasi gratis dari pemerintah.

"Saya sangat senang mendapatkannya, karena sekarang ini diperlukan untuk bepergian," kata Saad Ahmed, pada Minggu setelah dia mendapat suntikan di sebuah rumah sakit swasta kelas atas di Karachi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin 5 April 2021.

Sementara penjualan pribadi vaksin telah dimulai, pemerintah dan importir masih terjebak dalam sengketa harga.

Pakistan awalnya setuju untuk membebaskan vaksin impor dari batasan harga, tetapi kemudian membatalkan pengecualian tersebut dan mengatakan akan menetapkan harga maksimum.

Satu perusahaan farmasi, yang telah mengimpor 50.000 dosis Sputnik V, menuntut pemerintah ke pengadilan, di mana ia memenangkan perintah sementara yang mengizinkannya untuk menjualnya sampai penetapan harga diputuskan.

“Begitu vaksinasi dibuka untuk pelanggan yang datang langsung, ada antrean panjang orang,” ujar Dr. Nashwa Ahmed, yang menjalankan vaksinasi di rumah sakit selatan kota Karachi.

Seorang pejaba rumah sakit lain mengaku memperoleh 5.000 dosis Sputnik V dan hanya dalam waktu dua hari, semua stoknya telah diberikan atau dipesan sebelumnya.

Perusahaan, termasuk salah satu bank terbesar di Pakistan, juga telah membeli dalam jumlah besar agar stafnya diinokulasi, kata pejabat itu.

Penjualan swasta dimulai ketika negara tersebut berurusan dengan gelombang baru infeksi covid-19 dan fasilitas perawatan kesehatan dengan cepat mengisi kapasitasnya.

Menteri Kabinet Asad Umar mengatakan, jumlah pasien yang sekarang dalam perawatan kritis telah mencapai 3.568, tertinggi sejak pandemi dimulai. Sementara Pakistan sejauh ini melaporkan 687.908 infeksi covid-19 dan 14.778 kematian.

Winarko







Berita Terkait



Komentar