#proyekgedung#beritalamsel#pembangunan

Warga Nilai Proyek Ruang Kelas Baru SDN 1 Bangunrejo Tak Transparan

( kata)
Warga Nilai Proyek Ruang Kelas Baru SDN 1 Bangunrejo Tak Transparan
Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SDN 1 Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Lampost.co/Aan Kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah warga mempertanyakan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SDN 1 Bangunrejo, Kecamatan Ketapang,  Kabupaten Lampung Selatan.

Pasalnya, pekerjaan yang sudah berjalan satu minggu tersebut tanpa dipasang papan informasi pembangunan, sehingga warga mengklaim sebagai proyek siluman alias tidak jelas."Kami yang setiap hari jemput anak sekolah juga bingung mas. Itu bangun gedung baru atau rehab perumahan guru yang sekarang digunakan untuk kantin sekolah," kata beberapa orang tua yang sedang menjemput anaknya pulang sekolah dari balik pagar SDN 1 Bangunrejo saat ditemui Lampost.co, Senin 21 Oktober 2019.

Pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan pembangunan dengan menggunakan uang negara tanpa mengedepankan keterbukaan informasi publik, bakal rawan penyimpangan. "Karena pekerjaan tidak transparan, tahu-tahu gedung yang baru dibangun itu sudah rusak. Kalau seperti itu kejadiannya, masyarakat juga yang rugi kan," pungkasnya. 

Diketahui jika proyek yang dikerjakan menggunakan dana APBD maupun APBN tanpa papan informasi itu melanggar Perpres No. 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Pasal 25 dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sejumlah pekerja mengaku tidak mengetahui lebih jauh terkait proyek RKB ini.

“Saya disini hanya sebatas bekerja, soal papan informasi proyek saya tidak tahu,” ujar pekerja itu. 

Terpisah, Kepala SDN 1 Bangunrejo, Tiurmaida mengaku mendapat bantuan satu lokal RKB dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan pihak sekolah hanya menyiapkan lokasi, sehingga tidak mengetahui besarnya dana untuk pembangunan 1 lokal RKB tersehut. "Kita hanya terima kunci saja. Jadi kami tidak tahu hal-hal lainnya," ucapnya.

Aan Kridolaksono 

Berita Terkait

Komentar