#BERITALAMPUNGBARAT#PETANISAWIT#KELAPASAWIT

Warga Ngambur Ditahan Usai Duel dengan Anggota TNI AL

( kata)
Warga Ngambur Ditahan Usai Duel dengan Anggota TNI AL
Ilustrasi:Medcom.id


Liwa (Lampost.co)-- Sat Reskrim Polres Lampung Barat mengaku, telah menetapkan Sf (58) warga Pekon Gedungcahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat sebagai tersangka atas perkelahian yang melibatkan anggota TNI Angkatan Laut (AL) dari Lanal Lampung yaitu Ir (52) di areal perkebunan sawit di pekon setempat, Selasa (2/3/2021). Atas peristiwa itu, polisi menahan SF dalam duel tersebut. 

Kanit Tindak Pidana Tertentu Polres Lambar Ipda Juherdi, menjelaskan ditetapkannya Sf sebagai tersangka karena berdasarkan laporan dari keluarga korban serta kondisi korban yaitu Serka Ir yang mengalami banyak luka-luka. Sf kini sudah ditahan sekaligus untuk kepentingan pemeriksaan mengenai motif perkelahian itu. Namun, soal motif perkelahian yang menyebabkan keduanya berkelahi hingga mengalami luka-luka akibat senjata tajam yang digunakan, pihaknya belum dapat menjelaskan. Kini, polisi terus mendalami proses penyelidikan. 

"Untuk motif perkelahian itu, saat ini kami sedang menyelidiki dan mendalaminya. Keterangan yang didapat baru sepihak. Sebab dari pihak korban belum diperiksa karena masih dirawat di RSU Abdoel Moeluk Bandar Lampung. Jadi, kami belum bisa menyimpulkan apa permasalahannya. Keduanya berkelahi sama-sama menggunakan senjata tajam," kata Juherdi di Mapolres, Kamis, 4 Maret 2021. 

Berdasar informasi yang dihimpun, perkelahian antara Sf dan Ir itu diduga akibat sengketa lahan sawit seluas dua hektare di areal perkebunan sawit, Pemangku Sukajadi, Pekon Gedungcahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Peratin Gedungcahya Kuningan Paizal Hakim, mengatakan antara Ir dan Sf memang sudah lama terjadi lantaran sengketa lahan kebun sawit. 

"Jadi, kemarin, Selasa 2 Maret 2021 benar terjadi perkelahian di lahan kebun sawit sekitar pukul 15.30 WIB, pak Ir menggunduh (memanen) sawit tersebut, tiba-tiba datang Sf, lalu terjadi cekcok karena mereka saling mengklaim atas kepemilikan tanah tersebut. Saat itu di lokasi ada Rohim, tetangga Ir, tengah bekerja untuk memanen. Rohim yang melihat keduanya yaitu Ir dan Sf Pak Ir cekcok itu, lalu pergi melaporkan kejadian perkelahian antara keduanya itu kepada warga setempat. Tak lama kemudian warga datang bersama pemangku. Namun, tiba di lokasi, warga tidak menemukan keduanya lagi tetapi warga melihat ada bercak darah," ujar Juherdi.

Mengetahui hal itu, warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Bengkunat. Karena curiga ada bercak darah, akhirnya warga mencari keberadaannya. Sekitar 30 menit warga menemukan Ir sedang berada di pinggiran sungai dengan kondisi terluka. Lalu Ir dibawa ke Puskesmas Ngambur dengan dikawal pihak kepolisian. Sementara Sf di rawat Puskesmas Ngaras.

Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngambur, Ir dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan secara intensif akibat luka yang dialaminya di bagian wajahnya. Sementara Sf usai menjalani perawatan di Puskesmas Ngaras, ditahan di Polres Lampung Barat. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar