kemiskinandesa

Warga Miskin di Desa Bertambah Hingga 4,06 Juta Jiwa

( kata)
Warga Miskin di Desa Bertambah Hingga 4,06 Juta Jiwa
Ilustrasi. MI/Panca Syurkani


Jakarta (Lampost.co) -- Perekonomian yang semakin terpuruk membuat jumlah warga kurang mampu di desa terus menigkat. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan penyebab amblasnya ekonomi rakyat karena dampak  pandemi virus korona (covid-19). Sehingga jumlah warga miskin melonjak sampai 3,5 persen atau 4,06 juta jiwa di sejumlah desa.
 
"Kemiksinan desa sebelumnya 12,9 persen meningkat 16,4 persen atau naik dari 19,96 juta jiwa jadi 19,02 juta jiwa," ujar Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, dalam diskusi secara virtual, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020.
 
Untuk itu, lanjut Budi,  pemerintah melakukan upaya dan strategi untuk menekan pertumbuhan warga miskin dengan menyiapkan berbagai program jaring pengaman sosial. Diantaranya bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, bantuan sosial tunai (BST), dan program keluarga harapan (PKH).

"(Warga desa) tertangani dengan jaringan pengaman sosial (sebanyak) 20,06 juta jiwa," tuturnya.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi tingkat kemiskinan melonjak imbas pandemi virus korona. Bahkan angka kemiskinan diramal kembali drop seperti 2011.
 
"Bayangkan hanya covid yang terjadi beberapa bulan, semua pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 sampai 2020 ini mengalami reverse kembali," kata Sri Mulyani, dalam rapat virtual dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.
 
Sri Mulyani mengungkapkan angka kemiskinan pada 2011 mencapai 29,89 juta orang atau 12,36 persen. Namun, angka tersebut turun di September 2019 menjadi 24,79 juta orang atau 9,22 persen.

Medcom







Berita Terkait



Komentar