#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Warga Minta Uang Pembongkaran Jembatan Waisari Dikembalikan 

( kata)
Warga Minta Uang Pembongkaran Jembatan Waisari Dikembalikan 
Jembatan di Dusun Bangunsari, Desa Waisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis, 1 Juli 2021. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Warga Dusun Bangunsari, Desa Waisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, meminta pemborong proyek jembatan setempat bertanggung jawab karena diduga menggelapkan uang pembongkaran jembatan lama saat pembongkaran jembatan tersebut. Keberatan warga tersebut dibubuhkan dalam tanda tangan bersama pemerintahan desa setempat. 

Kepala Desa Wai Sari Supriyono mengatakan, pembongkaran jembatan yang sempat ambrol dua kali itu adalah hasil dari swadaya warga setempat. Menurutnya, dari awal disepakati besi tua hasil bongkar itu akan dijual dan dimasukkan ke kas dusun. Namun, fakta yang terjadi hasil jual besi senilai hampir Rp10 juta diambil semua oleh pemborong proyek jembatan tersebut. 

"Kami meminta dengan sangat uang besi tua itu dikembalikan kepada warga. Karena uang itu hasil swadaya dusun III dan dusun IV desa ini dulunya," kata Supriyono yang biasa disapa Supri melalui telepon, Kamis malam, 1 Juli 2021. 

Baca juga : Rawan Ambrol, Pemkab Lampura Ajukan Perbaikan Jembatan Way Kunang

Ia menyatakan melalui tanda tangan bersama tersebut warga berharap uang hasil penjualan besi dipulangkan kepada desa. Sebab nilai uang tersebut bagi warga sangat besar. 

"Sudah sering saya mempertanyakan kepada pihak pekerja proyek, tetapi tidak ada tanggapan bagus. Malah meminta bertemu di kantor polisi. Untuk itu kami sepakat tanda tangan bersama," ujar Supri.

Baca juga : Diperbaiki, Jembatan Wayrarem Lampura Ditutup Sementara

Ia menjelaskan warga Waisari sangat berterimakasih kepada pemkab Lamsel yang telah membangun jembatan tersebut. Supri berharap para pekerja meninggalkan kenangan yang baik di desa tersebut. 

" Tinggalkanlah kenangan yang baik di sini. Mereka datang kami sambut dengan baik. Kami hanya meminta uang itu dipulangkan dan pekerja atau penjaga gudang yang belum dibayar mohon untuk dibayar gajinya," katanya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar