#viruscorona#lampung

Warga Minta Pemkot Awasi Ketat Jemaah dari Bengkulu

( kata)
Warga Minta Pemkot Awasi Ketat Jemaah dari Bengkulu
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga salah satu kelurahan di Kecamatan Telukbetung Timur, berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung, atau intansi terkait benar-benar mengawasi, orang dalam pantauan (ODP) , yang berpotensi transmisi dengan rombongan jamaah tabligh dari Bengkulu, yang kini tengah diisolasi di RS Bandar Husada, Kotabaru, Lampung Selatan.

"Kami dapat info ada beberapa warga sekitar wilayah kami, yang ikut jamaah tabligh di bengkulu, kan ada yang positif ninggal di pemberitaan, kami harap benar-benar diawasi, karantina 14 hari, jangan sampai ada yang beritenraksi ke sana atau sebaliknya takutnya nanti kecolongan, jadi benar-benar diawasi," Ujar Saiful, warga Telukbetung Timur, Rabu, 1 April 2020.

Ia juga berharap Instansi terkait melakukan monitoring rutin terhadap keluarga rombongan, kendati belum ada interaksi langsung, namun potensi sekecil apapun dicegah.

"Ya keluarga juga dihimbau, kalau bisa di rumah dulu, jangan cuma ia ia ceremonial aja,"katanya.

Sebelumnya, Belasan warga Lampung, yang merupakan jamaah tabligh yang sempat berada di Bengkulu, kini tengah dalam isolasi.

Mereka merupakan romobongan yang bersama warga Jati Agung, Lampung Selatan berinisial NS, pasien positif Covid 19 asal Bengkulu yang dinyatakan meninggal oleh pemerintah setempat

Informasi yang didapat lampost.co, saat ini mereka tengah diisolasi di RS Bandar Husada, Kota Baru, Lampung Selatan.

Diperkirakan ada 12 jamaah yang diisolasi, 9 orang berasal dari Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, dan 3 berasal dari Kecamatan Telukbetung Timur. Camat Telukbetung Timur Zulkifli membenarkan hal tersebut.

"Iya, sementara sudah kita lakukan pendataan, di puskesmas setempat, warga kita juga sudah diisolasi (di rs Bandar Husada), sementara mereka kita kategorikan kedala orang dalam pemantauan," ujarnya, Rabu 1 April 2020.

Kemudian, guna mencegah potensi adanya transmisi (penularan), tak hanya jamaah tabligh, keluarga mereka juga dimasukan ke dalam  orang dalam Pemantauan (ODP), dan diarahkan untuk melakukan karantina mandiri, selama 14 hari ke depan.

"Kami juga sudah turun untuk sosialisasi ke RT, dan ke keluarga, mereka juga kooperatif, kita himbau karantina mandiri 14 hari, kemudian kita tekankan jangan mengunjungi keluarganya yang tengah diisolasi, kemudian masyarakat telukbetung timur, melalui RT Rw setempat, dan saya turun langsung, sudah himbau kalau tidak penting jangan keluar rumah, pakai masker, dan rajin cuci tangan, serta jaga kesehatan," paparnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar