#pemkablamsel#pariwisata

Pedagang Menolak Penutupan Dermaga Bom Lampung

( kata)
Pedagang Menolak Penutupan Dermaga Bom Lampung
Tempat wisata dermaga bom Kalianda, Lamsel. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (lampost.co) -- Warga Lampung Selatan, khususnya masyarakat yang mata pencariannya pada tempat wisata meminta pemerintah untuk mematangkan dan mempertimbangkan kembali kebijakan untuk menutup destinasi wisata selama libur Idulfitri.

Penutupan tempat wisata pada hari raya idulfitri 1442 H, berlaku sejak 13-16 Mei. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Lampung Selatan nomor 556/1612/IV. 21/2021 tentang pemberitahuan dan imbauan penutupan tempat wisata.

Namun, warga menilai waktu tersebut menjadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan uang. "Kami sangat keberatan kalau Dermaga Bom ditutup selama lebaran," kata Mardiana (51) salah seorang pedagang kuliner di Dermaga Bom Kalianda, Jumat 7 Mei 2021.

Dermaga bom merupakan pusat kuliner dan pelelangan ikan yang banyak dikunjungi masyarakat sekitar dan luar daerah. Di areal seluas sekitar satu hektare itu masyarakat yang datang tidak dipungut biaya dan dilengkapi arena permainan anak-anak, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata. 

Untuk itu, warga meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penutupan tempat wisata. Sebab, secara langsung berdampak dengan usaha warga sekitar.

"Biaya hidup dan anak sekolah dari berdagang mi ayam, sementara kesempatan nyari duit waktu lebaran," ujarnya. 

Pedagang kuliner lainnya, Rodiah (41), mengaku kaget dengan kebijakan pemerintah itu. Sebab, kesempatan untuk mencari uang pada saat lebaran harus ditutup. "Hari biasa sepi, tetapi saat ramai kami disuruh tutup," kata dia.

Terpisah, pengelola Pantai Sebalang, Akbar Gemilang, mengatakan lokasi wisata tersebut akan tutup sesuai imbauan pemerintah. "Kami patuhi dan akan buka setelah diizinkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar